Berita Ciamis, Asajabar.com – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Ciamis menggelar rangkaian kegiatan ibadah Jing He Ping 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Bio, Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026).
Selain pelaksanaan ritual keagamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian 650 paket sembako kepada warga di sekitar Kelenteng Hok Tek Bio, khususnya masyarakat RW 11, RW 12, dan RW 13 Lingkungan Kampung Lebak. Pembagian sembako dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB.
Ketua MAKIN Ciamis, Andi Senjaya, mengatakan, Jing He Ping merupakan ritual sembahyang untuk menghormati dan mendoakan arwah para leluhur serta orang-orang yang telah meninggal dunia.
“Maknanya mendoakan semoga almarhum dan almarhumah, leluhur-leluhur kita mendapatkan tempat yang baik di sisi kebajikan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Andi.
Menurutnya, ritual tersebut juga menjadi bentuk bakti kepada orang tua dan para leluhur. Dalam ajaran Khonghucu, penghormatan kepada orang tua tetap dilakukan meskipun mereka telah meninggal dunia, salah satunya melalui tradisi Cingming atau kegiatan membersihkan makam dan mendoakan arwah leluhur.
Andi menambahkan, pembagian sembako kepada masyarakat sekitar kelenteng merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.
“Berjumlah 650 paket yang kita bagikan kepada warga di sekitar kelenteng. Diperuntukkan untuk RW 11, RW 12, RW 13, plus untuk pekuburan Bong Mekarjaya Ciamis,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan diteruskan oleh generasi mendatang.
“Harapan saya semoga acara seperti ini terus berkelanjutan untuk generasi mendatang. Mudah-mudahan ada generasi penerus yang melanjutkan acara seperti ini,” ujarnya.
Andi juga mengapresiasi respons masyarakat dari berbagai agama terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat lintas agama menyambut baik pelaksanaan kegiatan dan berharap tradisi kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan.
Sementara itu, Rohaniwan Majelis Khonghucu, Js Widi Priatno, menjelaskan bahwa Jing He Ping memiliki makna penghormatan dan doa bagi para leluhur, kerabat, maupun orang-orang yang telah meninggal dunia dan tidak memiliki keturunan untuk melakukan sembahyang.
“Jing He Ping ini menghormati dan mendoakan para leluhur, para pendahulu yang memang tidak punya keturunan. Kita doakan bersama lintas agama,” kata Widi.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Jing He Ping dilakukan pada bulan ketujuh dalam penanggalan Imlek. Dalam ritual tersebut, umat Khonghucu mendoakan para arwah agar memperoleh kedamaian dan kebahagiaan.
Menurut Widi, berbagai persembahan yang disajikan dalam ritual juga memiliki makna tersendiri. Buah, kue, nasi, hingga masakan menjadi bagian dari tradisi penghormatan kepada para leluhur.
“Adat kebiasaan orang Timur adalah dengan memberikan penghormatan, tidak lupa dengan sajian. Sajian itu sendiri mengandung makna bagi kita,” jelasnya.
Widi juga mengajak umat Khonghucu untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai kehidupan masyarakat di Kabupaten Ciamis yang beragam dapat menjadi contoh dalam membangun kebersamaan lintas agama.
“Dalam kebersamaan, keragaman agama, kehidupan sehari-hari, kita sudah menjadi satu,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., mengatakan setiap kegiatan keagamaan memiliki dua dimensi, yakni dimensi teologis dan dimensi sosial-kultural.
Menurutnya, dimensi teologis berkaitan dengan pelaksanaan ritual yang menjadi ranah masing-masing umat beragama. Sementara dimensi sosial-kultural menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.
“Pengurus FKUB Kabupaten Ciamis dari lintas agama itu selalu hadir dalam setiap perayaan atau kegiatan umat beragama lintas iman,” ujar Sumadi.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Jing He Ping 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Bio yang tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat lintas agama.
Sumadi menilai pembagian 650 paket sembako merupakan bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian sosial. Bahkan, menurutnya, sebagian besar penerima manfaat merupakan masyarakat dari umat Islam.
“Oleh karena itu, ini adalah kegiatan yang sangat baik, secara teologis maupun sosial,” katanya.
Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya memperkuat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Ciamis.
Berikut Tayangan Video Ekslusif di Asajabar TV:













