Sembahyang Jing He Ping di Ciamis, Doakan Leluhur Sambil Berbagi Sembako

- Redaktur

Minggu, 6 September 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sembahyang Jing He Ping Umat Khonghucu Ciamis.

Sembahyang Jing He Ping Umat Khonghucu Ciamis.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Ciamis menggelar rangkaian kegiatan ibadah Jing He Ping 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Bio, Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026).

Selain pelaksanaan ritual keagamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian 650 paket sembako kepada warga di sekitar Kelenteng Hok Tek Bio, khususnya masyarakat RW 11, RW 12, dan RW 13 Lingkungan Kampung Lebak. Pembagian sembako dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB.

Ketua MAKIN Ciamis, Andi Senjaya, mengatakan, Jing He Ping merupakan ritual sembahyang untuk menghormati dan mendoakan arwah para leluhur serta orang-orang yang telah meninggal dunia.

“Maknanya mendoakan semoga almarhum dan almarhumah, leluhur-leluhur kita mendapatkan tempat yang baik di sisi kebajikan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Andi.

Menurutnya, ritual tersebut juga menjadi bentuk bakti kepada orang tua dan para leluhur. Dalam ajaran Khonghucu, penghormatan kepada orang tua tetap dilakukan meskipun mereka telah meninggal dunia, salah satunya melalui tradisi Cingming atau kegiatan membersihkan makam dan mendoakan arwah leluhur.

Andi menambahkan, pembagian sembako kepada masyarakat sekitar kelenteng merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

“Berjumlah 650 paket yang kita bagikan kepada warga di sekitar kelenteng. Diperuntukkan untuk RW 11, RW 12, RW 13, plus untuk pekuburan Bong Mekarjaya Ciamis,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan diteruskan oleh generasi mendatang.

Baca Juga :  IGRA Ciamis Targetkan Guru RA Lebih Inovatif dan Berdaya Saing

“Harapan saya semoga acara seperti ini terus berkelanjutan untuk generasi mendatang. Mudah-mudahan ada generasi penerus yang melanjutkan acara seperti ini,” ujarnya.

Andi juga mengapresiasi respons masyarakat dari berbagai agama terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat lintas agama menyambut baik pelaksanaan kegiatan dan berharap tradisi kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan.

Sementara itu, Rohaniwan Majelis Khonghucu, Js Widi Priatno, menjelaskan bahwa Jing He Ping memiliki makna penghormatan dan doa bagi para leluhur, kerabat, maupun orang-orang yang telah meninggal dunia dan tidak memiliki keturunan untuk melakukan sembahyang.

“Jing He Ping ini menghormati dan mendoakan para leluhur, para pendahulu yang memang tidak punya keturunan. Kita doakan bersama lintas agama,” kata Widi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Jing He Ping dilakukan pada bulan ketujuh dalam penanggalan Imlek. Dalam ritual tersebut, umat Khonghucu mendoakan para arwah agar memperoleh kedamaian dan kebahagiaan.

Menurut Widi, berbagai persembahan yang disajikan dalam ritual juga memiliki makna tersendiri. Buah, kue, nasi, hingga masakan menjadi bagian dari tradisi penghormatan kepada para leluhur.

“Adat kebiasaan orang Timur adalah dengan memberikan penghormatan, tidak lupa dengan sajian. Sajian itu sendiri mengandung makna bagi kita,” jelasnya.

Widi juga mengajak umat Khonghucu untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Pembinaan Anugerah Masjid Ramah II Ciamis Bidik Perubahan Cara Takmir Melayani Umat

Ia menilai kehidupan masyarakat di Kabupaten Ciamis yang beragam dapat menjadi contoh dalam membangun kebersamaan lintas agama.

“Dalam kebersamaan, keragaman agama, kehidupan sehari-hari, kita sudah menjadi satu,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., mengatakan setiap kegiatan keagamaan memiliki dua dimensi, yakni dimensi teologis dan dimensi sosial-kultural.

Menurutnya, dimensi teologis berkaitan dengan pelaksanaan ritual yang menjadi ranah masing-masing umat beragama. Sementara dimensi sosial-kultural menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.

“Pengurus FKUB Kabupaten Ciamis dari lintas agama itu selalu hadir dalam setiap perayaan atau kegiatan umat beragama lintas iman,” ujar Sumadi.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Jing He Ping 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Bio yang tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat lintas agama.

Sumadi menilai pembagian 650 paket sembako merupakan bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian sosial. Bahkan, menurutnya, sebagian besar penerima manfaat merupakan masyarakat dari umat Islam.

“Oleh karena itu, ini adalah kegiatan yang sangat baik, secara teologis maupun sosial,” katanya.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya memperkuat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Ciamis.

 

Berikut Tayangan Video Ekslusif di Asajabar TV:

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 90 Persen Kolam Budidaya Ikan di Ciamis Terdampak Kekeringan
Belanja Hemat di Tengah Kemarau, Warga Baregbeg Serbu Gerakan Pangan Murah
Pembinaan Anugerah Masjid Ramah II Ciamis Bidik Perubahan Cara Takmir Melayani Umat
BAZNAS Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-15
Kemenag Apresiasi Kontingen Ciamis Juara Umum Porseni Jabar, Potensi Madrasah Makin Diperhitungkan
Pramuka Garuda Dapat Prioritas, Kwarcab Kota Tasikmalaya Gandeng Sejumlah Kampus
Penasihat IPHI Ciamis Dorong Pembentukan UPZ untuk Optimalkan ZIS Jamaah Haji
Kemenag Ciamis Gelar Dzikir dan Doa Bersama, Perkuat Syukur Kemerdekaan dan Kerukunan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 23:14 WIB

Ossy Dermawan Tekankan Sinergi Lintas Sektor dalam Penyusunan RUU Reforma Agraria

Sabtu, 5 September 2026 - 22:39 WIB

Sekjen ATR/BPN Tekankan Kolaborasi Jajaran untuk Sukseskan Transformasi ATR/BPN

Sabtu, 5 September 2026 - 22:20 WIB

Beli Tanah Jangan Berhenti di AJB, ATR/BPN Ingatkan Pentingnya Daftar Peralihan Hak

Kamis, 3 September 2026 - 21:23 WIB

Layanan Pengukuran Terjadwal, Proses Sertipikasi Tanah Ditargetkan Selesai Maksimal 12 Hari

Kamis, 3 September 2026 - 21:09 WIB

Kementerian ATR/BPN Targetkan PERINTIS 10 Hari Berlaku Nasional Mulai 2027

Kamis, 3 September 2026 - 20:59 WIB

Sertipikat Elektronik Kurangi Risiko Hilang dan Rusak, Tersimpan Aman di Brankas Elektronik

Kamis, 3 September 2026 - 20:49 WIB

Warga Jakarta Pusat Manfaatkan Sentuh Tanahku untuk Antrean hingga Cek Berkas Pertanahan

Kamis, 3 September 2026 - 20:32 WIB

Warga Tangsel Rasakan Manfaat PERINTIS 10 Hari

Berita Terbaru

error: Content is protected !!