BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melakukan kunjungan kerja ke Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi pelaksanaan 13 program prioritas BAZNAS periode 2026–2031.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan BAZNAS Kabupaten Ciamis terdiri dari Wakil Ketua II, Drs. H. Syarif Nurhidayat, M.Si., Sekretaris, Dr. Kikin Muttaqin, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dani Ramdan Kurniawan.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., Wakil Ketua II Zaki Hilmi, M.H., serta Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Budi Raharja.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Syarif Nurhidayat, M.Si melalui Sekretaris BAZNAS Ciamis, Dr. Kikin Muttaqin, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program BAZNAS Kabupaten Ciamis dengan kebijakan dan arah program prioritas BAZNAS secara nasional.
Menurutnya, koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman untuk memperkuat langkah kolaboratif antara BAZNAS Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Ciamis, khususnya dalam pelaksanaan program hingga akhir 2026 serta penyusunan peta jalan program untuk 2027.
“Ada enam program prioritas yang menjadi fokus pembahasan kami, yaitu BAZNAS Jaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia BAZNAS, Rumah Layak Huni BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, dan Air Bersih BAZNAS,” jelasnya.
Ia menambahkan, keenam program tersebut akan menjadi fokus penguatan pelaksanaan hingga akhir 2026. Selanjutnya, seluruh 13 program prioritas diharapkan dapat diimplementasikan secara bertahap dan lebih optimal pada 2027.
Program-program tersebut merupakan penjabaran dari lima grand program BAZNAS, yakni pendidikan, kepedulian, kesehatan, keagamaan, dan ekonomi.
Syarif menjelaskan, pada dasarnya sejumlah kegiatan dalam 13 program prioritas tersebut telah dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Ciamis. Namun, ke depan pelaksanaannya akan lebih diselaraskan, diperkuat, dan diperkenalkan kepada masyarakat sesuai dengan identitas masing-masing program.
“Ini menjadi momentum untuk memaksimalkan pelaksanaan program sekaligus menyosialisasikannya kepada masyarakat, khususnya para muzaki. Kami ingin para muzaki mengetahui program-program yang tersedia dan dapat menentukan peruntukan zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan kepedulian masing-masing,” ungkapnya.
Ajak Muzaki Berpartisipasi dalam 13 Program Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Ciamis juga mengajak masyarakat, khususnya para muzaki, untuk berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan 13 program prioritas.
Melalui mekanisme zakat muqayyad atau zakat dengan peruntukan tertentu sesuai ketentuan yang berlaku, muzaki dapat menyampaikan pilihan program yang ingin didukung. Dengan demikian, penyaluran dana zakat diharapkan semakin tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para mustahik.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang transparan, terarah, dan memberikan manfaat nyata.
Optimalkan Potensi Zakat dari Berbagai Sektor
Selain membahas pendistribusian dan pendayagunaan zakat, kunjungan kerja tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pengumpulan zakat untuk menopang keberlanjutan 13 program prioritas.
BAZNAS Kabupaten Ciamis berencana mengoptimalkan penghimpunan zakat dari berbagai sektor potensial, terutama zakat profesi, zakat pertanian (zakat zira’ah), serta zakat perdagangan (zakat tijarah).
Menurut Syarif, potensi zakat di Kabupaten Ciamis masih sangat besar dan belum tergarap secara optimal. Ia memperkirakan capaian penghimpunan zakat saat ini masih berada pada kisaran 5 hingga 10 persen dari potensi yang ada.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, BAZNAS Kabupaten Ciamis akan mengintensifkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung para calon muzaki, termasuk kalangan pengusaha dan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menunaikan zakat.
Upaya tersebut juga didukung dengan keterlibatan para duta zakat. BAZNAS Kabupaten Ciamis telah melibatkan sekitar 74 orang duta zakat serta menyiapkan 10 mahasiswa untuk turut mengampanyekan gerakan sadar zakat kepada masyarakat.
Selain itu, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai lembaga dan instansi, termasuk BUMN dan BUMD, juga menjadi salah satu perhatian dalam meningkatkan penghimpunan zakat.
Siapkan Kemandirian Program dan Rakorda
Syarif menegaskan, meskipun sejumlah program prioritas mendapatkan dukungan dari BAZNAS pusat, BAZNAS Kabupaten Ciamis tetap berupaya memperkuat kemandirian dalam pelaksanaan program di daerah.
Menurutnya, dukungan dari BAZNAS pusat melalui berbagai skema bantuan perlu dioptimalkan, tetapi kapasitas penghimpunan dan pengelolaan zakat di daerah juga harus terus ditingkatkan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain itu, BAZNAS Kabupaten Ciamis juga tengah mempersiapkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta.
Rakorda tersebut diharapkan menjadi forum untuk menyamakan persepsi, memetakan potensi zakat, serta merumuskan langkah strategis dalam mengimplementasikan program prioritas BAZNAS di tingkat daerah.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Ciamis optimistis pelaksanaan 13 program prioritas dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata.
Dengan demikian, optimalisasi zakat tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan umat di Kabupaten Ciamis.













