Baznas dari 5 Kabupaten Belajar Sistem Pengelolaan UPZ Desa di Ciamis

- Redaktur

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan studi banding dari Baznas lima kabupaten yang berasal dari dua provinsi.

Kunjungan studi banding dari Baznas lima kabupaten yang berasal dari dua provinsi.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Baznas Kabupaten Ciamis menerima kunjungan studi banding dari Baznas lima kabupaten yang berasal dari dua provinsi, yakni Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Bone dari Provinsi Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (30/8/2025).

Wakil Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, H. Iif Taufiq El Haque, menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari sistem penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Ciamis yang dinilai berhasil memberdayakan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa.

“Di daerah lain, penghimpunan umumnya masih mengandalkan ASN. Sementara di Ciamis, penghimpunan sudah berjalan dari masyarakat melalui UPZ Desa. Mereka ingin meniru bagaimana langkah nyata yang kami lakukan, karena meski rata-rata daerah lain sudah memiliki UPZ Desa, banyak yang masih sebatas SK tanpa berjalan optimal,” kata Iif.

Menurutnya, kunci keberhasilan Ciamis adalah membangun saluran komunikasi antara kepala desa, BUMDes, dan UPZ Desa, sehingga kehadiran UPZ benar-benar mampu menyelesaikan problematika umat di tingkat desa.

“Langkah-langkah dan gerakan UPZ ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Tantangan memang ada, seperti keluhan masyarakat yang belum terpenuhi, tapi sebagian besar UPZ di desa mampu menyelesaikan masalah dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Nusron Wahid: Layanan Pengukuran Tanah Maksimal Selesai 12 Hari Mulai Agustus 2026

Iif menegaskan bahwa strategi Ciamis tidak bisa sepenuhnya ditiru oleh daerah lain, sebab kondisi sosial dan geografis berbeda.

“Kami terbuka berbagi pengalaman, tetapi setiap daerah tetap harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Misalnya, dari Pangkep karena daerah kepulauan tentu berbeda tantangannya. Prinsipnya setiap daerah harus melakukan improvisasi agar sesuai dengan budaya dan kondisi masyarakatnya,” ujarnya.

Ketua Baznas Kabupaten Barru, H. Minu Kalibu, mengaku kagum dengan inovasi pengelolaan ZIS di Ciamis. Menurutnya, apa yang dilakukan Baznas Ciamis dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di daerahnya.

“Ciamis punya inovasi luar biasa. Kami berkunjung ke sini untuk berbagi pengetahuan, mudah-mudahan bisa diterapkan di Kabupaten Barru. Memang sejak 2017 kami sudah ada UPZ Desa, tapi pemaksimalan kegiatannya masih kurang. Jumlah ASN di Barru hanya 12 ribu, sementara di Ciamis lebih dari satu juta. Meski begitu, dengan inovasi yang ada di sini, harapannya bisa kami kembangkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  KKRA Ciamis Perkuat Kompetensi Guru RA Hadapi Implementasi Kurikulum Baru

Sementara itu, Ketua Baznas Kutai Kartanegara, H. Muhammad Shafik Avicenna, mengatakan pihaknya datang untuk belajar pengelolaan UPZ Desa yang di Ciamis sudah berjalan baik. Di Kukar sendiri, kata dia, program UPZ Desa masih belum maksimal.

“Sekarang baru terbentuk 3 UPZ Desa dari total 193 desa dan 44 kelurahan. Kami dilantik pada 2022, jadi memang masih mulai dari nol. Saat itu penghimpunan baru Rp23 juta per bulan, yang sebagian besar dari ASN. Saat ini kami sudah mulai masuk ke kecamatan, dan ke depan Insyaallah saatnya ke desa,” kata Shafik.

Ia menambahkan, dari hasil kunjungan ke Ciamis, pihaknya berencana membuat percontohan di beberapa desa.

“Modelnya nanti ada 1 atau 3 desa percontohan, bukan hanya untuk pengumpulan, tetapi juga integrasi antara penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan. Jika satu desa mapan, maka desa lain bisa belajar dari sana,” jelasnya.

Menurut Shafik, apa yang dilakukan Baznas Ciamis sangat bagus dan realistis untuk diterapkan di Kukar, meskipun tetap harus disesuaikan dengan budaya dan kondisi lokal masyarakat.

Berita Terkait

Nusron Wahid Targetkan Sertipikasi 14 Ribu Tanah Wakaf di Sulsel Tuntas Lewat Kolaborasi Kampus
Ossy Dermawan Serahkan Sertipikat PTSL di Batam, Warga Kampung Tua Apresiasi Kepastian Hukum Tanah
Nusron Wahid: Sertipikat Tanah Wakaf Penting untuk Menjamin Kepastian Hukum Aset Umat
Nusron Wahid Dorong Daerah Perkuat LP2B demi Ketahanan dan Swasembada Pangan
Komisi II DPR RI Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Nusron Wahid: Layanan Pengukuran Tanah Maksimal Selesai 12 Hari Mulai Agustus 2026
Sekjen ATR/BPN: RUU Administrasi Pertanahan Dibutuhkan untuk Atasi Tumpang Tindih Regulasi
FGD ATR/BPN Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Tiga Persoalan Agraria Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:31 WIB

MTsN 15 Ciamis Maksimalkan MATAMUDA untuk Kenali Potensi dan Karakter Peserta Didik Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:21 WIB

MPLS SMAN 2 Ciamis Tanamkan Nilai Pancawaluya, TNI, Polri dan BNN Dilibatkan Bekali Siswa Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:57 WIB

MI Handapherang Kenalkan Program Tahfidz dan KBC Lewat MATAMUDA yang Interaktif

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Tak Hanya Kenalkan Sekolah, MPLS SMPN 2 Cihaurbeuti Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:17 WIB

MTsN 1 Ciamis Kenalkan Budaya Madrasah Lewat MATAMUDA yang Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:37 WIB

Kemenag Ciamis Dorong MATAMUDA Jadi Gerbang Madrasah Aman, Nyaman, dan Humanis

Senin, 13 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis Siapkan MPLS Aman, Nyaman, dan Bebas Perpeloncoan

Senin, 13 Juli 2026 - 17:28 WIB

MAN 3 Cijantung Wujudkan Madrasah Aman dan Menyenangkan Lewat MATAMUDA Berbasis Cinta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!