Berita Ciamis, Asajabar.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) merencanakan revitalisasi Pasar Kecamatan Banjarsari pada tahun ini. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kelayakan, serta standar pelayanan pasar rakyat.
Kepala Bidang Pasar DKUKMPP Kabupaten Ciamis, Uton Sutarsa, menyampaikan bahwa rencana revitalisasi Pasar Banjarsari telah disusun sejak lama. Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25 miliar hingga Rp30 miliar dari APBD.
“Rencana ini sudah lama kami siapkan. Jika mengacu pada RAB, anggarannya sekitar Rp25 miliar sampai Rp30 miliar, termasuk perbaikan akses jalan di lingkungan pasar,” ujar Uton, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, revitalisasi dilakukan di wilayah Blok A dan Blok B. Untuj Blok B memiliki 173 kios, sedangkan Blok A sebanyak 58 kios, dengan rata-rata ukuran kios sekitar 2,5 meter. Khusus Blok B, bangunan direncanakan menggunakan satu atap.
Selain perbaikan kios dan infrastruktur jalan, revitalisasi pasar juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat. Fasilitas tersebut meliputi sarana ibadah berupa musala, ruang laktasi, ruang kesehatan, pos keamanan, serta ruang tera timbangan.
“Kami ingin pasar ini memenuhi standar pasar rakyat ber-SNI, bukan seperti mal modern. Seluruh fasilitas penunjang akan kami lengkapi agar aktivitas jual beli lebih nyaman dan tertata,” jelasnya.
Terkait relokasi pedagang yang terdampak selama proses pembangunan, Uton menyebutkan pihaknya telah menyiapkan lokasi penampungan sementara yang tidak jauh dari area pasar dan mampu menampung para pedagang.
Selain itu, DKUKMPP juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sejak tahun lalu. Menurut Uton, respons para pedagang terhadap rencana revitalisasi tersebut cukup positif.
“Sosialisasi sudah kami lakukan sejak tahun kemarin, dan respon pedagang cukup baik. Tujuannya untuk menginformasikan bahwa pemerintah memiliki rencana penataan pasar ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.













