Berita Ciamis, Asajabar.com – Tokoh ulama Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, Dr. KH. Iif Taufiq El Haque, menyampaikan sikap dan pandangannya terkait konflik yang kembali memanas antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangannya, KH Iif Taufiq El Haque menyampaikan keprihatinan sekaligus penyesalannya atas serangan yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran. Menurutnya, serangan tersebut terjadi ketika umat Islam di Iran tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk arogansi yang berpotensi memperdalam luka dan kemarahan masyarakat Iran, terlebih ketika sejumlah tokoh penting di negara tersebut turut menjadi sasaran serangan.
Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam agar tidak mempertajam perbedaan mazhab, baik Syiah maupun Sunni, dalam menyikapi konflik tersebut. Menurutnya, persatuan umat Islam menjadi hal yang sangat penting ketika menghadapi pihak luar yang dianggap menyerang kepentingan umat.
“Perbedaan mazhab tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersatu. Ketika ada pihak luar yang menyerang, umat Islam perlu mengedepankan solidaritas,” ujarnya.
Ia juga menilai dukungan terhadap pihak yang berani melawan Israel perlu dilihat dalam konteks solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurutnya, jika sejumlah negara non-Muslim saja kerap menunjukkan sikap berseberangan dengan Israel, maka tidak tepat apabila umat Islam justru tidak menunjukkan solidaritas ketika ada negara Muslim yang mengambil posisi melawan.
Meski demikian, KH Iif berharap konflik tersebut tidak terus berlarut-larut. Ia mendorong agar dialog dan upaya diplomasi ditempuh untuk menghadirkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Ia juga menegaskan pentingnya penyelesaian konflik Israel–Palestina secara adil, termasuk terwujudnya kemerdekaan Palestina tanpa intervensi maupun agresi yang berkelanjutan.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa sikap pribadinya sejalan dengan pandangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mendorong negara-negara Islam untuk duduk bersama dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna mencari solusi damai atas konflik yang terjadi.












