Berita Ciamis, Asajabar.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis mencatat realisasi pendapatan daerah sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 menunjukkan capaian yang positif dan melampaui target.
Kepala Bapenda Ciamis, Aef Saefulloh melalui Sekretaris Bapenda Ciamis, Angga Gustiana Yusman, mengungkapkan bahwa target pendapatan daerah tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp379.435.591.181. Namun, realisasi pendapatan berhasil mencapai Rp387.551.724.566 atau setara dengan 102,14 persen dari target yang ditetapkan.
“Capaian realisasi ini cukup signifikan. Salah satu kontribusi terbesar berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yakni dua rumah sakit daerah dan 37 puskesmas, dengan total realisasi sekitar Rp214 miliar, kemudian dari sektorn PBB P2 realisasi sebesar Rp. 25,8 mikyar serta dari opsen PKB dan BBNKB terealisasi Rp. 55,8 milyar” ujar Angga.
Meski demikian, Angga menegaskan bahwa pendapatan dari BLUD tersebut tidak dapat digunakan untuk pembiayaan kegiatan lain di luar operasional BLUD itu sendiri, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah juga didorong oleh berbagai komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan retribusi daerah.
Menurutnya, meningkatnya partisipasi dan kepatuhan masyarakat menjadi faktor penting dalam capaian tersebut.
“Kepatuhan masyarakat meningkat seiring dengan perbaikan layanan, salah satunya melalui digitalisasi pajak dan retribusi daerah. Digitalisasi ini menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Bapenda Ciamis menargetkan PAD sebesar Rp376.318.199.428. Angga menyebutkan, target tersebut tidak mengalami kenaikan atau perubahan signifikan karena disusun berdasarkan potensi yang ada dengan mempertimbangkan capaian dan penetapan target pada perubahan anggaran tahun sebelumnya, dengan rincian dari pajak daerah, retribusi, dan sumber PAD lainnya.
Terkait strategi peningkatan pendapatan, Bapenda Ciamis akan melanjutkan pola yang telah diterapkan sebelumnya dengan sejumlah penyempurnaan. Salah satunya melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, tidak hanya antarinstansi pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta, masyarakat, media, akademisi, serta organisasi lainnya.
“Perbaikan layanan tetap menjadi fokus utama, termasuk penguatan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, sesuai arahan Bupati, optimalisasi PAD juga diarahkan melalui pemanfaatan aset daerah, tidak hanya mengandalkan retribusi yang ada,” katanya.
Angga juga mengakui bahwa pada tahun 2025 masih terdapat beberapa komponen PAD yang belum optimal, salah satunya Pajak Daerah yang pengelolaannya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), yang realisasinya belum mencapai 100 persen dari target.
Di tengah adanya penyesuaian anggaran akibat kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Ciamis tetap berupaya menjaga kemandirian fiskal daerah tanpa membebani masyarakat.
“Bupati menegaskan agar optimalisasi pendapatan tidak menambah beban masyarakat dan tidak mengurangi kualitas layanan publik,” tambahnya.
Ke depan, Bapenda Ciamis meyakini masih terdapat potensi pendapatan lain yang dapat digali, khususnya dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sektor pajak lainnya. Potensi tersebut akan dioptimalkan sebagai salah satu upaya meningkatkan PAD pada tahun 2026, termasuk dari sektor opsen PKB dan BBNKB serta dari sektor PBJT Hotel, Hiburan dan Makan Minum.













