Lahan Demplot Jambansari Jadi Proyek Percontohan Padi Organik di Ciamis

- Redaktur

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tandur perdana padi organik di lahan demplot petani organik Wewengkon Sawah Jambansari, Kelurahan Ciamis,

Tandur perdana padi organik di lahan demplot petani organik Wewengkon Sawah Jambansari, Kelurahan Ciamis,

Berita Ciamis, Asajabar.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melaksanakan tanam mundur (tandur) perdana padi organik di lahan demplot petani organik Wewengkon Sawah Jambansari, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju terwujudnya Ciamis sebagai kabupaten organik.

Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswandana, mengatakan bahwa Bupati Ciamis memiliki cita-cita menjadikan kabupaten ini sebagai sentra pertanian organik, baik untuk tanaman pangan seperti padi-padian maupun sayuran. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya bersama penyuluh terus mensosialisasikan sistem pertanian organik kepada para petani.

“Kami membangun sistem pembelajaran melalui Modul Learning System (MLS) agar petani dapat memahami dan mengakses penyelenggaraan pertanian organik. Pertanian organik harus mengikuti SOP yang telah ditetapkan, terutama dalam penggunaan pupuk dan pestisida yang bijak,” ujar Ape.

Menurutnya, sistem pertanian organik bertujuan agar petani tidak lagi bergantung pada pupuk sintetis, tetapi mampu memproduksi pupuk sendiri dari bahan lokal yang ramah lingkungan.

Baca Juga :  Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun

Beberapa kelompok tani di Ciamis bahkan telah memiliki sertifikasi organik, seperti di Kecamatan Cihaurbeuti, Pamarican, dan Parikesit.

“Kami berharap ke depan setiap desa dan kelurahan memiliki pilot project pertanian organik. Targetnya, pada tahun 2026 sistem ini sudah masif di seluruh wilayah Ciamis,” tambah Ape.

Ia menepis anggapan bahwa pertanian organik menurunkan produktivitas. Berdasarkan hasil panen di beberapa lokasi bersertifikasi, hasil pertanian organik terbukti mampu bersaing dengan pertanian konvensional.

Selain menghasilkan pangan sehat, sistem organik juga berdampak pada kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan pestisida alami.

DPKP Ciamis juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengolah limbah tahu dan bahan lokal menjadi pupuk organik serta mengembangkan metode System of Rice Intensification (SRI).

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Organik Mandiri Ciamis, Abdul Majid, menjelaskan bahwa demplot di Jambansari seluas 250 bata ini menjadi proyek percontohan yang mudah diakses masyarakat.

Baca Juga :  Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina

“Lahan ini kami jadikan pilot project agar masyarakat yang ingin belajar bisa langsung melihat proses tanam hingga panen,” ungkapnya.

Abdul Majid menargetkan produksi sekitar dua ton gabah dari lahan tersebut. Menurutnya, padi organik memiliki daya tahan yang baik terhadap hama seperti sundep, kungkang, dan wereng. Namun, tantangan terbesar justru datang dari serangan burung pipit.

“Kami menanam padi varietas Cibatu Kurung dengan masa tanam 90 hari. Insyaallah awal Januari nanti akan dilakukan panen perdana,” ujarnya.

Ia menambahkan, beras organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding beras biasa karena penggilingannya dilakukan secara khusus agar tidak tercampur dengan padi non-organik. Harga beras organik di pasaran bahkan bisa mencapai Rp25 ribu per kilogram.

Dengan langkah-langkah ini, Kabupaten Ciamis terus menunjukkan keseriusannya mengembangkan pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Berita Terkait

Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun
DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H
Kampung Zakat di Ciamis Dinilai Berhasil Tekan Praktik Rentenir
Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina
Khutbah Iduladha di Alun-alun Ciamis Angkat Penguatan Moral dan Ekonomi Umat
Kurban di Masjid Agung Ciamis Meningkat, Panitia Siapkan 500 Paket Daging
Guru TK Honorer di Kota Tasikmalaya Keluhkan Insentif Rp50 Ribu per Bulan
Ekonomi Lesu dan Harga Sapi Naik, Penjualan Kurban di Tasik Turun

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:49 WIB

Menteri Nusron Ajak Umat Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:02 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta ASN Tak Ragu Beri Pelayanan karena Takut Ambil Keputusan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:50 WIB

Pemilik Tanah Kini Bisa Ajukan Plotting Bidang Tanah Secara Online melalui Sentuh Tanahku

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:38 WIB

Ossy Dermawan Dorong Pemda, BPN, dan Aparat Hukum Perkuat Sinergi Lewat GTRA

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:55 WIB

ATR/BPN Minta Masyarakat Cermat dalam Proses Jual Beli Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:43 WIB

ATR/BPN Minta Warga Segera Melapor jika Temukan Indikasi Penyerobotan Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

ATR/BPN Dorong Penataan Kawasan Hutan Berkelanjutan dan Berbasis Kepastian Hukum

Berita Terbaru

error: Content is protected !!