P3A Tirta Guna Kertasari Bangun Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

- Redaktur

Senin, 1 September 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Berita Ciamis, Asajabar.com – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Guna Kertasari tengah melaksanakan pembangunan jaringan irigasi di wilayah rawan longsor.

Proyek ini dinilai sangat penting karena selama ini kondisi saluran air kerap mengancam lahan pertanian akibat kerusakan dan longsoran tanah.

Ketua P3A Tirta Guna Kertasari, Bahrul Mutaqin, menjelaskan bahwa pembangunan daerah irigasi tersebut merupakan usulan yang diajukan sejak tahun 2021, namun baru terealisasi pada tahun ini.

Pengerjaan ini merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBWS Sungai Citanduy, dengan pendanaan dari APBN.

Menurutnya, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp195 juta dengan panjang pekerjaan sesuai RAB mencapai 213 meter.

“Lokasi ini memang rawan longsor. Awalnya saya prediksi rawan di sisi selatan, ternyata yang longsor justru di bagian utara dengan panjang sekitar 15 meter. Usulan ini sudah saya ajukan sejak 2021, baru sekarang bisa terealisasi,” ungkap Bahrul, Senin (1/9/2025).

Baca Juga :  BAZNAS Ciamis Kenalkan Layanan Infaq Bebas Pilih Program di JAZIRAH Ciamis Creative Expo 2026

Hingga saat ini, pekerjaan telah mencapai sekitar 130 meter berkat swadaya masyarakat yang cukup tinggi. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam 45 hari sesuai RAB. Saluran irigasi yang dibangun memiliki tinggi 90 cm dengan lebar 80 cm dan panjang keseluruhan ditargetkan mencapai 426 meter.

Bahrul menambahkan, irigasi ini tidak hanya bermanfaat bagi petani di Desa Kertasari, tetapi juga mengalir hingga wilayah Dewasari, Handapherang, dan sekitarnya, dengan luas lahan terdampak sekitar 60 ribu hektare.

“Kemarin saja ada sekitar 70 hektare sawah yang sempat terganggu. Kalau irigasi ini selesai, insyaallah aliran air bisa lebih lancar,” katanya.

Baca Juga :  Pelepasan Kelas IX SMPN 8 Ciamis Berlangsung Haru, Simbol Payung Jadi Sorotan

Meski demikian, kebutuhan saluran irigasi masih cukup panjang. Dari total kebutuhan sekitar 426 meter, RAB baru mencakup 213 meter. Sisanya diperkirakan bisa dilanjutkan melalui swadaya masyarakat.

“Harapan petani agar saluran ini bisa dituntaskan. Kalau pun ada kekurangannya, mereka siap swadaya. Saya hanya diminta membantu mengatur jalannya,” tambahnya.

Selain itu, Bahrul juga menyoroti akses jalan pertanian yang belum memadai. Menurutnya, meskipun air sudah lancar nantinya, jalan menuju lahan masih sulit dilalui karena hanya ada tanggul tanpa jalur angkut.

“Kalau bisa, kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat memberikan perhatian lebih dengan membangun akses jalan menuju lahan pertanian. Ini sangat penting agar hasil panen petani bisa terangkut dengan mudah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Petani Cigembor Pelajari Sistem Padi Organik untuk Jaga Ekosistem dan Tingkatkan Hasil Panen
BAZNAS Ciamis Kenalkan Layanan Infaq Bebas Pilih Program di JAZIRAH Ciamis Creative Expo 2026
Setelah Tertunda Berjam-jam, Rombongan Haji Kota Tasik Tiba dengan Selamat
Jamaah Haji Kota Tasikmalaya Kloter KJT 4 Alami Keterlambatan, Keluarga Menunggu Hingga Malam
Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun
DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H
Kampung Zakat di Ciamis Dinilai Berhasil Tekan Praktik Rentenir
Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:31 WIB

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:13 WIB

Di Milad Ponpes YASPIDA, Menteri ATR/BPN Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Literasi Politik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:09 WIB

Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:41 WIB

ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:31 WIB

ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:05 WIB

Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!