Berita Ciamis, Asajabar.com – Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Ciamis digelar pada 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus pengembangan kemampuan siswa dalam bidang keagamaan melalui berbagai mata lomba.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Agus Abdulloh, mengatakan Pentas PAI dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah.
Menurutnya, sejumlah cabang lomba di Pentas PAI menjadi sarana untuk melihat kemampuan teknis peserta didik yang selama ini dibina oleh guru PAI di sekolah.
“Pentas PAI ini menjadi etalase keberhasilan pendidikan agama Islam di sekolah. Yang ditampilkan memang kemampuan teknis, tetapi sejatinya pendidikan agama itu ada pada pembentukan akhlak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak Kementerian Agama berperan dalam pelayanan, pembinaan, serta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang menjadi ranah Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI dan guru-guru PAI di sekolah.
Agus menegaskan, Pentas PAI tidak semata-mata mengejar prestasi juara. Menurut dia, kegiatan tersebut membawa tiga nilai utama yang disebut sebagai “3M”, yakni mental, mindset, dan misi.
“Pertama mental, anak-anak dilatih percaya diri dan tidak terbebani. Kedua mindset, bahwa mereka sedang tumbuh dan berkembang sehingga ajang ini menjadi proses pembelajaran. Ketiga misi, yakni berdakwah melalui prestasi,” katanya.
Ia juga mendorong agar kegiatan Pentas PAI dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan guru dalam mendidik siswa.
Selain itu, Agus meminta para peserta yang akan mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat di Bekasi untuk mempersiapkan diri secara maksimal.
“Anak-anak harus siap menerima hasil, baik menang maupun kalah. Ini pembelajaran tentang ikhtiar dan tawakal yang selama ini diajarkan di sekolah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KKG PAI SD Kabupaten Ciamis, Usep Husni Mubarok, mengatakan sistem penilaian dalam Pentas PAI mengacu pada petunjuk teknis dari tingkat provinsi.
“Kami tidak membuat aturan sendiri. Semua penilaian mengikuti juknis dari provinsi yang kemudian diterapkan di tingkat kabupaten,” katanya.
Ia menjelaskan, dewan juri berasal dari pihak luar dan terlebih dahulu diambil sumpahnya saat technical meeting guna menjaga objektivitas penilaian.
Usep menyebutkan, hingga saat ini Pentas PAI masih mempertandingkan delapan mata lomba dengan total 12 kategori putra dan putri.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tahun ini mencapai sekitar 680 siswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis, meskipun beberapa kecamatan tidak mengirimkan peserta di sejumlah cabang lomba.
Terkait persiapan peserta menuju tingkat provinsi, Usep mengatakan pembinaan tetap diserahkan kepada pelatih dan guru di daerah masing-masing. Hal itu dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika pemusatan latihan justru membuat peserta kehilangan fokus akibat perbedaan metode pelatihan.
“Anak-anak biasanya sudah nyaman dengan pelatihnya masing-masing. Kalau diganti, kadang memengaruhi psikologis dan konsentrasi mereka,” jelasnya.
Ia pun berpesan agar peserta terus berlatih, menjaga kesehatan, serta mendapatkan dukungan penuh dari guru dan orang tua agar mampu tampil maksimal di tingkat provinsi.













