Berita Ciamis, Asajabar.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun, mengimbau para pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama untuk menjaga marwah lembaga pendidikan Islam menyusul munculnya kasus dugaan pelanggaran moral yang melibatkan oknum pimpinan pesantren di daerah lain.
Menurutnya, kasus yang mencuat di media sosial belakangan ini menjadi peringatan bagi seluruh kalangan pesantren agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan internal.
“Pesantren itu ibarat kain putih. Sedikit noda saja akan terlihat jelas. Karena itu marwah dan kehormatan pesantren harus dijaga bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, godaan moral dapat menimpa siapa saja, termasuk kalangan ulama maupun pimpinan lembaga pendidikan agama. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak merasa paling aman dari godaan hawa nafsu.
KH. Saeful Ujun juga mengingatkan agar para tokoh agama menjauhi segala bentuk perbuatan yang mendekati zina, sebagaimana larangan dalam ajaran Islam.
“Jangan mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. Maka para ulama dan pengasuh pesantren harus benar-benar menjaga sikap dan perilaku karena menjadi teladan umat,” katanya.
Selain itu, ia meminta keluarga para pengasuh pesantren, termasuk para istri kiai, untuk saling menjaga keharmonisan rumah tangga dan memahami hak serta kewajiban masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, ia menilai kasus yang terjadi hanya dilakukan segelintir oknum dan tidak dapat digeneralisasi terhadap seluruh pesantren.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena masih banyak pesantren yang istiqamah menjaga marwah dan kehormatan,” ucapnya.
Ia juga menyebut keberadaan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) sebagai wadah koordinasi antar-pesantren dalam menjaga kualitas pembinaan dan moralitas di lingkungan pesantren.
MUI Kabupaten Ciamis, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan para ulama di tingkat kecamatan maupun desa agar dapat bersama-sama menjaga citra ulama sebagai uswah hasanah atau teladan bagi masyarakat.
“Kita jangan merasa paling sempurna. Manusia tidak luput dari kesalahan. Yang sempurna hanya Allah SWT,” pungkasnya.













