Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YPPT Priatim Tasikmalaya resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 sejak Januari. Kampus tertua di wilayah Priangan Timur ini menawarkan tiga program studi, yakni Ilmu Administrasi Negara/Publik (S1) Terakreditasi Baik Sekali, Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis (S1) Terakreditasi B, serta Ilmu Administrasi Negara/Publik (S2) Terakreditasi B.
Ketua STIA YPPT Priatim Tasikmalaya, Dr. H. Agus Fatah Hidayat, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa STIA Tasikmalaya memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan tinggi. Kampus ini merupakan cikal bakal perguruan tinggi di Tasikmalaya yang dahulu bermula sebagai kelas jauh Universitas Padjadjaran (Unpad).
“STIA ini merupakan kampus tertua di Priangan Timur. Dulu awalnya kelas jauh Unpad, lalu berkembang hingga berdiri sendiri dan menjadi STIA Tasikmalaya seperti sekarang,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Ia menuturkan, hingga saat ini aktivitas akademik di STIA berjalan dengan sangat baik. Bahkan, program pascasarjana tengah menunggu hasil penilaian untuk meraih akreditasi unggul. Dari tahun ke tahun, jumlah mahasiswa STIA relatif stabil di seluruh program studi.
Menurut Agus, stabilnya jumlah mahasiswa tidak terlepas dari peran alumni yang telah tersebar luas dan memiliki peluang kerja yang cukup besar, khususnya di sektor pemerintahan. Banyak alumni STIA yang kini menduduki jabatan strategis di berbagai daerah, seperti Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga Banjar.
“Alumni STIA, baik S1 maupun S2, banyak yang berkiprah di pemerintahan dan menduduki posisi strategis. Ini menjadi salah satu daya tarik bagi calon mahasiswa,” katanya.
Selain itu, STIA Tasikmalaya juga menyediakan berbagai skema beasiswa, salah satunya beasiswa KIP untuk program S1. Dari sisi sarana dan prasarana, kampus ini dinilai cukup representatif karena berada di jalur utama dan mudah diakses angkutan umum, memiliki gedung milik sendiri, serta fasilitas perkuliahan yang memadai.
Dari segi durasi studi, Agus menjelaskan bahwa rata-rata mahasiswa S1 dapat menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun, sedangkan program S2 sekitar 1,5 tahun. Dengan demikian, mahasiswa yang melanjutkan dari S1 ke S2 berpeluang meraih gelar magister dalam waktu lima tahun.
“Kualitas dosen juga terus kami tingkatkan. Saat ini hampir 70 persen dosen tetap sudah bergelar doktor (S3), dan sebagian lainnya sedang menempuh pendidikan S3 di berbagai perguruan tinggi, seperti Unpas dan Unpad Bandung,” jelasnya.
Untuk jadwal pendaftaran, PMB dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung Januari hingga April, gelombang kedua April hingga Juli, dan gelombang ketiga pada Agustus.
Terkait biaya pendidikan, Agus menyebutkan bahwa pendaftaran dapat dicicil sesuai kebijakan yayasan. Biaya pendaftaran untuk S1 sebesar Rp300 ribu dan S2 sebesar Rp500 ribu. Sementara itu, Uang Kuliah Tunggal (UKT) rata-rata sebesar Rp3,5 juta, dengan biaya awal sekitar Rp3,9 juta.
STIA Tasikmalaya juga menyediakan dua pilihan kelas perkuliahan. Kelas A dilaksanakan secara luring dari Senin hingga Kamis, sedangkan Kelas B berlangsung hingga Sabtu dengan sistem setengah luring dan setengah daring. Sistem akademik kampus pun telah didukung teknologi informasi digital.
Download brosur PMB STIA YPPT Priatim Tasikmalaya: https://drive.google.com/drive/folders/1wc2AAt_WGUciC5GtCywXmeX5XdLHd_qj?usp=share_link













