SMAN 1 Ciamis Hidupkan Kearifan Lokal Parahyangan

- Redaktur

Senin, 26 Januari 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EXSIS NISKALA 2026 bertema “Ngalanglang Rasa, Ngalanggeng Karya, Niskala Parahyangan”.

EXSIS NISKALA 2026 bertema “Ngalanglang Rasa, Ngalanggeng Karya, Niskala Parahyangan”.

Berita Ciamis, Asajabar.com – SMA Negeri 1 Ciamis mengangkat kekayaan budaya Parahyangan melalui pentas seni dan kreativitas berbasis kearifan lokal dalam kegiatan EXSIS NISKALA 2026 bertema “Ngalanglang Rasa, Ngalanggeng Karya, Niskala Parahyangan”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 26–27 Januari 2026, sebagai wadah ekspresi dan penguatan karakter siswa dalam mengenal, menggali, serta melestarikan budaya Sunda, khususnya budaya Parahyangan di Jawa Barat.

Pada hari kedua pelaksanaan, EXSIS NISKALA 2026 turut menghadirkan sejumlah seniman dari berbagai sanggar seni tari, teater, dan sastra. Selain itu, panitia juga mengundang Sakola Motekar, sebuah komunitas yang berfokus pada pelestarian budaya Sunda melalui edukasi dan eksplorasi kaulinan barudak atau permainan tradisional anak.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Ciamis, Jaen, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sekolah dalam mengenalkan kembali budaya lokal yang mulai tergerus oleh pengaruh budaya luar.

Baca Juga :  Forum Pengusaha Hijrah Tasikmalaya Perkuat Akidah dan Fikih Muamalah Lewat Kajian Rutin

“Sekarang ini kita cenderung melupakan budaya sendiri dan lebih mengutamakan budaya luar. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kembali serta menggali kearifan lokal dan kekayaan budaya Parahyangan, khususnya di bidang seni Sunda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap kelas diberikan kebebasan untuk mengangkat cerita budaya yang berbeda, seperti Seren Taun, Sekar Sunda, hingga legenda Mundinglaya di Kusumah. Penentuan tema tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesamaan antarkelas serta mendorong siswa untuk benar-benar mempelajari budaya yang ditampilkan.

“Seluruh konsep pertunjukan, mulai dari ide cerita hingga properti, sepenuhnya digagas oleh siswa. Kreativitas mereka sangat terlihat karena semuanya disesuaikan dengan cerita yang diangkat,” jelasnya.

Menurut Jaen, kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang kelas. Kelas XII menampilkan pagelaran seni yang terintegrasi dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, sementara kelas XI mengelola stand makanan sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Adapun kelas X mengikuti kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran dan inspirasi.

Baca Juga :  Ciamis Kembali Masuk Tiga Besar PORSENITAS, Ini Perolehan Medalinya

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelestarian budaya Jawa Barat sejalan dengan nilai Panca Waluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer, yang menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda.

“Jika kita ingin menjaga karakter generasi, maka kita harus kembali pada kearifan lokal. Budaya kita sangat kaya, mulai dari nilai sopan santun, kepedulian terhadap lingkungan, hingga karakter sosial. Semua itu perlu ditanamkan melalui pendidikan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak agar tidak menggerus jati diri budaya bangsa.

“Kita harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita, bukan justru menjadi korban teknologi. Dengan begitu, kita tetap memiliki jati diri, budaya, dan kearifan lokal di tengah arus budaya luar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Forum Pengusaha Hijrah Tasikmalaya Perkuat Akidah dan Fikih Muamalah Lewat Kajian Rutin
Rohis SMA/SMK se-Kabupaten Ciamis Resmi Dibentuk, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akhlak Pelajar
MI Ciharalang Lepas 25 Siswa Kelas VI, Tampilkan Prestasi dan Program Tahsin Al-Qur’an
Bentang Sayap Harapan, Ponpes Darussalam Ciamis Lepas Santri Menuju Jenjang Pendidikan Lebih Tinggi
Puluhan Santri Ponpes Miftahul Ridwan Panjalu Resmi Menyelesaikan Pendidikan
200 Guru SD dan SMP Ikuti Diseminasi Tunas Bahasa Ibu di Ciamis
MTsN 15 Ciamis Lepas 210 Siswa, Catat Nilai TKA Tertinggi di Kabupaten Ciamis
Persaingan Ketat SPMB di Sekolah Maung SMAN 1 Ciamis, 94 Pendaftar Gagal Lolos

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:56 WIB

Ikut Gerakan “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

Senin, 29 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:27 WIB

ATR/BPN Dukung Pengembangan Bandara Nasional dengan Integrasi Data Spasial dan Percepatan Perizinan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:05 WIB

Sertipikasi Aset Daerah Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan DKI Jakarta

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:56 WIB

Wamen Ossy: Sertipikasi Aset Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:47 WIB

Kementerian ATR/BPN Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52 WIB

Nusron Wahid Dorong Percepatan Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:42 WIB

Awalnya Ragu Urus Tanah, Pensiunan PNS Ini Akui Layanan BPN Kini Lebih Mudah dan Transparan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!