Berita Ciamis, Asajabar.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Kemenag Ciamis, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Melalui program tersebut, Kemenag Ciamis menyalurkan bantuan kepada ribuan anak yatim dan penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Kepala Kemenag Ciamis, H. Asep Lukman Hakim melalui Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW), H. Wahidin, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta solidaritas terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas, khususnya pada momentum bulan Muharam yang dikenal sebagai bulan penuh berkah bagi anak yatim.
“Makna dari kegiatan ini adalah memberikan rasa empati dan solidaritas kepada anak-anak yatim serta penyandang disabilitas. Selain itu, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi mereka agar dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari sesama,” ujarnya.
Menurut Asep, jumlah penerima manfaat program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Ciamis mencapai 2.811 anak yatim dan 20 penyandang disabilitas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.650 penerima manfaat berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Para penerima bantuan berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ciamis, Maleber, Jatinagara, Cidolog, Sukamukti, serta peserta didik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kabupaten Ciamis.
Bantuan yang disalurkan berupa uang santunan dan paket sembako yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para penerima manfaat sekaligus memberikan kebahagiaan di bulan Muharam.
“Kami memberikan bantuan berupa santunan uang dan sembako. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dirasakan manfaatnya, dinikmati oleh para penerima, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan kelompok rentan.
“Harapannya mereka ikut merasakan kebahagiaan dan nikmat yang Allah berikan. Kita yang memiliki kelebihan rezeki harus berbagi agar saudara-saudara kita yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan yang sama,” pungkasnya.













