Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pasundan Istri (PASI) Kota Tasikmalaya periode 2026-2031 resmi dilantik di Aula Binangkit Hotel Mandalawangi, Selasa (7/7/2026).
Kepengurusan baru berkomitmen memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan sosial di Kota Tasikmalaya.
Ketua DPC PASI Kota Tasikmalaya, Hj. Elin Herlina, M.Pd., yang kembali dipercaya memimpin organisasi untuk periode kedua, mengatakan pelantikan tersebut merupakan hasil Konferensi Daerah (Konferda) yang telah melalui rangkaian proses organisasi.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah semakin memudarnya nilai-nilai budaya Sunda, baik dalam perilaku maupun penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
“Budaya Sunda saat ini mulai mengalami pergeseran. Etika, tata krama, hingga penggunaan bahasa Sunda mulai ditinggalkan. Padahal bahasa Sunda memiliki tingkatan yang mencerminkan penghormatan kepada lawan bicara,” ujarnya.
Elin mengatakan, kepengurusan baru akan memulai langkah dengan melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperkenalkan kembali sejarah dan peran Pasundan Istri kepada masyarakat. Menurutnya, organisasi yang berdiri sejak 1931 itu merupakan bagian dari organisasi perjuangan yang turut berkontribusi dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia menjelaskan, PASI mengusung visi mewujudkan perempuan Indonesia yang “cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, junun, akur, teuneung, dan ludeung” atau dikenal sebagai Dasawaluya. Nilai-nilai tersebut akan menjadi pedoman dalam setiap program organisasi selama lima tahun ke depan.
Selain memperkuat pelestarian budaya Sunda, PASI juga akan memperluas pemberdayaan perempuan lintas generasi, termasuk melibatkan generasi Z dan generasi Alfa agar lebih mengenal budaya daerah serta memiliki kepedulian sosial.
“Kami ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut berjuang bersama Pasundan Istri agar nilai-nilai budaya Sunda tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Di bidang sosial, Elin menyebut PASI akan terus melanjutkan berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir, seperti pendampingan anak-anak kurang mampu yang belum terjangkau lembaga sosial, pembinaan anak panti, hingga perhatian kepada lanjut usia terlantar melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas.
Ke depan, program pemberdayaan juga akan difokuskan pada ketahanan keluarga. Menurutnya, pendekatan berbasis keluarga dinilai lebih efektif dibandingkan menjangkau masyarakat secara perorangan.
“Kami akan menyusun program sesuai kebutuhan setiap keluarga, mulai dari keluarga yang memiliki balita, remaja hingga lansia, sehingga pembinaan dapat lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Saat ini, DPC PASI Kota Tasikmalaya memiliki 134 anggota yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi dalam menjalankan berbagai program sosial, budaya, dan pemberdayaan perempuan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, mengapresiasi kiprah Pasundan Istri dalam menjaga identitas budaya Sunda di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, perkembangan zaman membuat banyak generasi muda mulai tidak mengenal budaya dan kearifan lokal, termasuk berbagai kesenian, kuliner tradisional, maupun produk budaya khas Tasikmalaya.
“Anak-anak sekarang banyak yang sudah tidak mengenal budaya daerah. Ini menjadi tantangan bersama agar identitas budaya Tasikmalaya tetap terjaga,” katanya.
Dicky berharap kepengurusan PASI yang baru mampu menjalankan program yang terarah dan memiliki fokus yang jelas, terutama dalam regenerasi budaya kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan seni dan budaya lokal.
Sebagai informasi, Pasundan Istri (PASI) merupakan organisasi otonom perempuan di bawah naungan Paguyuban Pasundan yang didirikan pada 27 Juni 1931.
Organisasi ini lahir dari gagasan tokoh pergerakan nasional Emma Poeradiredja bersama sejumlah tokoh perempuan Sunda untuk memperjuangkan pendidikan, emansipasi, hak-hak perempuan, serta kesejahteraan sosial masyarakat.













