Berita Ciamis, Asajabar.com – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026 diikuti sebanyak 1.263 peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), Senin (7/9/2026).
Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Ciamis menjadi bagian dari rangkaian seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, H. Yayan Herdiana, mengatakan OMI merupakan kelanjutan dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang sebelumnya menjadi ajang kompetisi akademik bagi siswa madrasah.
“OMI ini merupakan kelanjutan dari KSM. Kami berharap dari Ciamis ada madrasah yang bisa membawa nama baik Kabupaten Ciamis,” ujar Yayan.
Menurutnya, penyelenggaraan OMI juga menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk mentransformasikan citra madrasah. Madrasah, kata dia, tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan alternatif, tetapi harus mampu menjadi lembaga pendidikan utama yang mencetak generasi unggul.
“Kami ingin menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan utama yang bisa mencetak generasi unggul, mempunyai keunggulan global, tetapi tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” katanya.
Yayan menilai tingginya antusiasme peserta dalam OMI 2026 menunjukkan adanya semangat bersama dari madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menyebut Kabupaten Ciamis memiliki sejumlah madrasah unggulan, baik negeri maupun swasta. Keterlibatan banyak lembaga pendidikan dalam OMI diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk menemukan siswa-siswa berprestasi dari berbagai wilayah.
“Dengan banyaknya peserta dan lembaga yang terlibat, semakin banyak pula potensi siswa yang bisa kita seleksi,” ujarnya.
Yayan berharap pelaksanaan OMI 2026 dapat berlangsung lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai pemantik semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Jadikan kegiatan OMI ini sebagai pemantik semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Kalau bisa, sejajarkan kemampuan dengan sekolah-sekolah lain. Kita tidak tertutup, OMI ini bukan hanya untuk madrasah. Dari luar madrasah pun ada, silakan bersaing secara sehat,” katanya.
Diikuti 1.263 Peserta
Ketua Komite OMI Kabupaten Ciamis, Jajang Jamaludin, mengatakan persiapan pelaksanaan OMI 2026 telah dilakukan sejak sepekan sebelum kegiatan berlangsung.
Persiapan tersebut meliputi aspek teknis dan nonteknis, termasuk penunjukan pengawas, proktor, dan teknisi yang bertanggung jawab selama pelaksanaan.
“Berbagai persiapan sudah kami lakukan, mulai dari teknis, nonteknis, penunjukan pengawas, proktor, dan teknisi,” kata Jajang.
Pada OMI 2026, terdapat sejumlah mata pelajaran yang dilombakan. Untuk jenjang MA, terdapat enam bidang, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi.
Sementara untuk jenjang MTs, terdapat tiga bidang, yakni Matematika, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi. Adapun jenjang MI mempertandingkan dua bidang, yaitu Matematika dan IPA Terintegrasi.
“Untuk tahun ini, dari seluruh tingkatan mulai MI, MTs, dan MA ada 1.263 peserta. Nantinya akan diambil tiga terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Menariknya, OMI Kabupaten Ciamis tahun ini juga melibatkan siswa dari sekolah umum. Tercatat ada 11 peserta dari sekolah umum, terdiri atas satu siswa SD, tiga siswa SMP, dan tujuh siswa SMA.
Jajang menegaskan panitia pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Ciamis bersifat independen dan merupakan Komite OMI Kabupaten Ciamis sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan Kementerian Agama.
Sementara proses penilaian dilaksanakan secara daring oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI.
Siasati Kekurangan Komputer
Dalam pelaksanaannya, salah satu tantangan yang dihadapi panitia adalah keterbatasan perangkat komputer.
Komputer yang ada sekitar 145 unit, sedangkan kebutuhan untuk pelaksanaan OMI mencapai sekitar 230 unit.
“Kami membutuhkan sekitar 230 unit komputer, sedangkan yang tersedia 145 unit. Untuk mengantisipasinya, kami meminjam perangkat dari MAN 3 dan MAN 2 Ciamis,” ujar Jajang.
Selain perangkat komputer, panitia juga melakukan antisipasi terhadap kemungkinan gangguan listrik dan jaringan internet selama pelaksanaan.
Panitia telah menyampaikan pemberitahuan kepada PLN terkait pelaksanaan OMI selama tiga hari dan meminta agar tidak terjadi pemadaman listrik. Hal serupa juga dilakukan kepada penyedia layanan internet.
Untuk mengantisipasi gangguan server maupun kendala teknis lainnya, panitia mengacu pada petunjuk teknis yang telah menyediakan mekanisme pelaksanaan ulang atau susulan apabila terjadi gangguan.
Jajang mengatakan, persiapan peserta juga telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan. Kemenag melalui pengawas, pembinaan guru, dan kepala madrasah terus memberikan motivasi agar siswa siap mengikuti seleksi OMI.
“Mudah-mudahan seleksi OMI tingkat Kabupaten Ciamis ini mampu menghasilkan tiga peserta terbaik yang nantinya mewakili Ciamis di tingkat provinsi. Sebagaimana tradisi Ciamis, mudah-mudahan setiap tahun selalu bisa mengirimkan peserta terbaiknya hingga ke tingkat nasional,” pungkasnya.













