BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Ciamis melalui Bidang Industri menggelar kegiatan koordinasi, sinkronisasi, serta pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada usaha industri hasil tembakau (IHT) kecil dan menengah.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu Hotel Ciamis, Rabu (23/9/2026), tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari pelaku usaha dan pekerja industri hasil tembakau di Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Industri DKUKMPP Kabupaten Ciamis, Nanik Kumaladewi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan SDM yang bekerja pada sektor industri hasil tembakau, khususnya dalam menjaga serta meningkatkan kualitas produk.
“Terutama untuk meningkatkan kemampuan mereka, misalnya dari segi blending atau keterampilan melinting. Itu memengaruhi kemampuan mereka dalam mempertahankan kualitas produk,” ujar Nanik.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting bagi pelaku IHT agar mampu mengikuti kebutuhan dan perkembangan industri. Pelatihan juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pekerja yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman di bidang tersebut.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai ketentuan cukai dan legalitas produk. Materi tersebut disampaikan oleh pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, sedangkan materi praktik diberikan oleh praktisi industri tembakau dari Garut.
“Kalau materi cukai tentu berkaitan dengan legalitas produk. Sedangkan untuk praktik, materinya blending dan melinting, termasuk tata cara meracik bahan sesuai ukuran sigaret kretek tangan serta teknik melinting yang rapi,” katanya.
Nanik menjelaskan, keterampilan melinting tidak hanya dilihat dari kemampuan peserta dalam membuat rokok linting, tetapi juga dari kerapian dan ketelitian hasilnya. Hal tersebut menjadi salah satu keterampilan yang perlu terus diasah untuk menjaga kualitas produk.
Dalam pemilihan peserta, salah satu pertimbangan yang digunakan adalah pelaku usaha atau pekerja yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa. Sementara bagi peserta yang sudah pernah mengikuti pelatihan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kembali keterampilan yang telah dimiliki.
Selain peningkatan keterampilan, DKUKMPP Ciamis juga mendorong pelaku IHT agar memperhatikan standar dan legalitas produk. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung keberadaan industri hasil tembakau yang memenuhi ketentuan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku industri.
Nanik menuturkan, program pembinaan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pekerja maupun pelaku usaha. Peningkatan keterampilan pekerja diharapkan dapat mendukung produktivitas dan taraf hidup, sementara dari sisi pemerintah daerah, keberadaan industri hasil tembakau yang legal juga berkaitan dengan penerimaan dari sektor cukai.
“Harapannya pelaku industri tembakau dapat bersaing secara sehat, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Pelatihan tidak cukup hanya sekali atau dua kali karena perkembangan zaman terus berjalan,” tuturnya.
Ia berharap pelaku industri hasil tembakau di Kabupaten Ciamis dapat terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan industri sehingga mampu bersaing secara sehat dengan pelaku usaha lainnya.
“Dengan mengikuti pelatihan dan terus meningkatkan kemampuan, mudah-mudahan mereka bisa bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan lain,” pungkasnya.













