Berita Ciamis, Asajabar.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis kembali menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat lanjut usia (lansia).
Ketua MUI Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Asep Saeful Ujun, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadan ini telah dilaksanakan selama empat tahun terakhir dan mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.
“Alhamdulillah selama empat tahun mengadakan pesantren kilat, antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan dari kalangan orang tua dan lansia jumlah pesertanya terus bertambah hingga sekarang mencapai sekitar 270 orang,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin kuatnya ketertarikan warga Ciamis terhadap pembelajaran agama. Program tersebut juga merupakan hasil kolaborasi antara MUI dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam upaya meningkatkan iman dan ketakwaan masyarakat.
Pesantren Ramadan tersebut diikuti oleh berbagai kelompok peserta, di antaranya pelajar tingkat SMP dan SMA, serta masyarakat umum. Kegiatan dilaksanakan dengan durasi yang berbeda untuk setiap kelompok.
Untuk pelajar tingkat SMA, kegiatan berlangsung selama dua malam tiga hari dengan sistem menginap. Sementara untuk pelajar SMP dilaksanakan hingga waktu Asar tanpa menginap. Adapun peserta dari kalangan ibu-ibu mengikuti kegiatan hingga menjelang waktu Magrib.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memilih sejumlah peserta terbaik. Untuk kategori orang tua dipilih sekitar enam orang peserta terbaik, pelajar SMP dan SMA masing-masing 12 orang, serta empat orang dari kalangan jurnalis.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini didukung anggaran dari APBD sebesar Rp200 juta yang dialokasikan kepada MUI melalui program pendidikan keagamaan. Dana tersebut kemudian dikelola oleh panitia penyelenggara untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Meski demikian, menurut KH. Asep, anggaran tersebut belum sepenuhnya mencukupi karena jumlah peserta dari kalangan orang tua melebihi kuota awal.
“Awalnya kuota untuk orang tua hanya sekitar 50 orang, tetapi yang datang bisa sampai 100 orang. Karena membludak, akhirnya ada gotong royong dan swadaya dari peserta untuk mendukung kegiatan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital yang sangat memengaruhi generasi muda, terutama penggunaan gawai atau gadget. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan ke hal-hal yang positif, termasuk untuk kegiatan dakwah.
“Sekarang banyak anak-anak terpengaruh gadget. Maka perlu ada dakwah digital agar mereka tahu kanal atau konten yang berisi dakwah dan pembelajaran agama, sehingga gadget juga bisa digunakan untuk kebaikan, apalagi di bulan Ramadan,” katanya.
Selain itu, MUI juga menilai pentingnya penguatan akidah dan akhlak di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Pesantren Ramadan ini menjadi upaya untuk memperkuat akidah, ibadah, dan akhlak. Dengan begitu generasi muda dapat memahami mana yang baik dan mana yang buruk,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi keagamaan, di antaranya akidah, ibadah, akhlak, serta pembelajaran membaca Al-Qur’an. Peserta pelajar yang mengikuti kegiatan terdiri dari perwakilan sekolah, dengan jumlah sekitar 100 siswa tingkat SMA dan 50 siswa tingkat SMP.
Ke depan, MUI Ciamis berencana memperluas jangkauan kegiatan Pesantren Ramadan hingga ke tingkat kecamatan. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pelaksanaan pembukaan kegiatan secara daring melalui Zoom agar dapat diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.
Melalui kegiatan tersebut, MUI berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami ajaran agama serta memperoleh hidayah dari Allah SWT dalam menjalani kehidupan sehari-hari.













