Berita Ciamis, Asajabar.com – SMAN 1 Ciamis menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA/MA Kabupaten Ciamis tahun 2026. Sekolah tersebut berhasil meraih sejumlah gelar juara sekaligus mengirimkan dua wakil ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dua siswa yang akan mewakili Ciamis ke tingkat provinsi adalah Keisya Aulia Pratami (kelas XI) yang meraih Juara 1 Cipta Puisi serta Louisa Cecilia Simamora (kelas XI) sebagai Juara 1 Cipta Lagu.
Selain itu, SMAN 1 Ciamis juga meraih sejumlah prestasi lainnya, di antaranya Juara 2 Baca Puisi, Juara 2 Vokal Solo Putri, serta Juara 3 Tari Kreasi.
Pembina Seni SMAN 1 Ciamis, Bani Ambara, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani secara konsisten oleh para siswa dan pembina.
“Strategi kami tidak muluk-muluk, yang penting konsisten dalam latihan, terus berproses, dan rutin berkonsultasi dengan para ahli di luar sekolah, seperti budayawan dan seniman,” ujar Bani.
Ia menambahkan, dua cabang lomba yang berhasil meraih juara pertama memiliki peluang untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Pengalaman tahun sebelumnya juga menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.
“Tahun lalu, cipta puisi hanya sampai juara tiga di provinsi, sementara cipta lagu meraih juara dua. Tahun ini kami optimistis bisa melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional,” katanya.
Dalam proses pembinaan, SMAN 1 Ciamis mengedepankan pendekatan berbasis kearifan lokal dan karakter siswa, serta melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia untuk bidang sastra dan MGMP Seni Budaya untuk bidang seni.
Pengembangan bakat siswa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni yang rutin digelar setiap pekan, mencakup berbagai bidang seperti tari, seni rupa, teater, hingga cipta puisi dan musik.
Bani mengakui, tantangan terbesar dalam kompetisi saat ini adalah ketatnya persaingan antar sekolah, terutama di era digital yang membuat akses terhadap sumber belajar semakin merata.
“Semua sekolah punya peluang yang sama untuk menang. Yang membedakan adalah konsistensi dalam berproses dan keseriusan dalam pembinaan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sekolah melakukan seleksi sejak awal terhadap calon siswa yang memiliki potensi di bidang seni dan sastra, termasuk melalui penjaringan saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Dukungan dari pihak sekolah, lanjut Bani, juga menjadi faktor penting dalam menunjang prestasi siswa, baik dalam penyediaan sarana maupun pemberian apresiasi.
“Sekolah selalu memberikan dukungan, termasuk fasilitas dan penghargaan bagi siswa berprestasi, biasanya diberikan saat mereka menyelesaikan pendidikan,” katanya.
Di akhir, Bani berpesan kepada para siswa untuk terus berusaha dan tidak cepat berpuas diri atas capaian yang diraih.
“Terus evaluasi diri, tetap optimistis, jaga silaturahmi, dan jangan lupa berdoa,” pungkasnya.













