Berita Ciamis, Asajabar.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan selama arus mudik dan libur Lebaran. Fokus utama pelayanan diarahkan pada penguatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta kesiapan tenaga medis selama periode libur.
Direktur RSUD Ciamis, Dr. Bayu Yudiawan, mengatakan bahwa kesiapan layanan kesehatan selama arus mudik dilakukan secara terkoordinasi dengan sistem kesehatan di tingkat provinsi. Seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Barat terintegrasi dalam sistem pemantauan yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
“Untuk Jawa Barat, kita berada dalam sistem koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Semua layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di tingkat kabupaten, saling terhubung dan melaporkan secara real time melalui sistem yang dipantau langsung oleh provinsi,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan bahwa posko-posko kesehatan yang disiapkan selama arus mudik berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dan diisi oleh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan bagi para pemudik.
Di sisi rumah sakit, RSUD Ciamis lebih memfokuskan kesiapan pada layanan kegawatdaruratan. Selama masa libur Lebaran, sebagian layanan rawat jalan dan poliklinik ditutup sementara, kecuali untuk layanan penyakit kronis yang tetap berjalan.
“Kami memaksimalkan pelayanan di IGD dengan menarik sebagian personel dari instalasi rawat jalan karena layanan poliklinik tutup selama cuti bersama. Dengan demikian, tenaga medis lebih difokuskan untuk memperkuat pelayanan gawat darurat,” jelasnya.
Selain itu, tenaga medis yang sedang tidak bertugas juga diminta untuk tetap siaga sebagai tim cadangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian luar biasa seperti kecelakaan lalu lintas atau bencana massal selama arus mudik.
Menurut Bayu, rumah sakit juga telah menyiapkan sistem triase atau penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya jika terjadi kecelakaan dengan jumlah korban banyak. Sistem ini memungkinkan tenaga medis menentukan prioritas penanganan pasien sesuai kondisi.
“Jika terjadi kecelakaan massal dengan jumlah korban yang banyak, kami sudah memiliki alur triase untuk menentukan prioritas penanganan pasien. Selain itu, kami juga memiliki jejaring rujukan dengan rumah sakit lain di wilayah Ciamis, Banjar, dan Pangandaran,” katanya.
Dari sisi logistik, RSUD Ciamis memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan dalam kondisi aman. Stok tersebut telah disiapkan melalui mekanisme pemeriksaan berkala sesuai regulasi yang berlaku.
“Ketersediaan obat dan alat kesehatan insyaallah cukup karena kami rutin melakukan stock opname sesuai aturan. Selain itu, jejaring ambulans juga disiapkan untuk mendukung pelayanan jika dibutuhkan,” tambah Bayu.
Ia menyebutkan bahwa beberapa penyakit yang sering muncul selama libur Lebaran umumnya berkaitan dengan gangguan pencernaan akibat perubahan pola makan dan konsumsi makanan khas Lebaran. Selain itu, faktor cuaca juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Bayu menilai pengaturan arus mudik oleh aparat kepolisian turut membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ketika arus mudik diatur dengan baik oleh pihak kepolisian, kepadatan bisa diurai sehingga risiko kecelakaan juga dapat ditekan,” ujarnya.
Untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal, RSUD Ciamis juga telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh dokter spesialis. Setiap bagian medis telah mengatur jadwal sehingga setiap hari tetap tersedia dokter spesialis yang bertugas selama masa libur.
Di akhir keterangannya, Bayu mengimbau masyarakat yang akan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk menjaga kesehatan sebelum berangkat.
“Persiapkan perjalanan mudik secara matang, mulai dari kondisi kendaraan, makanan, hingga kesehatan. Selain itu, pemudik juga harus pandai mengatur waktu istirahat agar tidak mengalami kelelahan selama perjalanan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan selama Lebaran, terutama bagi yang memiliki riwayat alergi atau sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu.
“Jika dalam perjalanan ada anggota keluarga yang merasa tidak enak badan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.













