Anggota DPRD Ciamis Soroti Penonaktifan Sepihak Peserta BPJS PBI

- Redaktur

Selasa, 24 Juni 2025 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc, BPJS Kesehatan.

Doc, BPJS Kesehatan.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis fraksi PKS, Dede Herli, menyampaikan keprihatinannya atas kebijakan pemerintah pusat yang menonaktifkan 39.610 peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Ciamis.

Kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Sosial ini dinilai berpotensi mengganggu akses layanan kesehatan bagi warga miskin.

Dede menilai, kebijakan tersebut dikhawatirkan dilakukan tanpa proses verifikasi dan validasi data yang faktual dan transparan. Hal ini dapat menimbulkan kerentanan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat tidak mampu yang sangat bergantung pada BPJS PBI.

“Jika dilakukan tanpa validasi yang benar, ini sangat disayangkan. Bisa jadi banyak warga miskin yang BPJS-nya nonaktif tanpa mereka ketahui. Ini akan berdampak besar terhadap layanan kesehatan masyarakat,” ujar Dede kepada Asajabar.com, Selasa (24/6/2025).

Ia mengungkapkan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait data siapa saja yang terdampak dan di wilayah mana mereka berada. Namun, informasi tentang pencoretan itu telah banyak beredar melalui berbagai pihak.

Baca Juga :  DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H

DPRD Siapkan Langkah Pengawasan

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam fungsi pengawasan, Komisi D DPRD Ciamis berencana segera berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, yakni Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan Ciamis maupun BPJS Kesehatan Cabang Kota Banjar.

“Kami akan lakukan koordinasi lintas sektor. Kalau perlu, kita cek langsung ke Kementerian Sosial. Kita ingin tahu dasar penonaktifan ini apa dan apakah datanya benar-benar sesuai,” tegas Dede.

Ia menambahkan bahwa persoalan validasi dan pemutakhiran data penerima bantuan memang menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan hingga kini. Sinkronisasi data antara pusat dan daerah dinilai masih lemah.

Perlu Sistem Data Terintegrasi

Dede Herli juga mendorong agar pembaruan data dilakukan secara berkala dan berbasis sistem nasional yang terintegrasi.

Ia menyarankan agar pemerintah desa dilibatkan lebih aktif karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina

“Update data harus dilakukan secara berkala, minimal setiap bulan. Pemerintah desa bisa dilibatkan untuk memperbarui data. Tapi juga harus ada standar dan verifikator yang jelas agar hasilnya akurat dan faktual,” katanya.

Dede berharap agar pemerintah pusat tidak gegabah dalam mengambil kebijakan yang berdampak luas kepada masyarakat miskin, serta lebih mengedepankan koordinasi dan keterbukaan data dengan pemerintah daerah.

“Kami menghormati keputusan pusat, tapi kami ingin memastikan tidak ada warga miskin di Ciamis yang terzolimi hanya karena data yang tidak akurat,” pungkas Dede.

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa sebanyak 39.610 warga Ciamis dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS PBI oleh pemerintah pusat tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah. Kebijakan ini menimbulkan persoalan di lapangan karena sejumlah peserta baru mengetahui status nonaktif saat berobat ke rumah sakit.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi lebih lanjut, Kepala BPJS Kesehatan Ciamis, Ahmad Sofyan, menolak memberikan pernyataan.

Berita Terkait

Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun
DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H
Kampung Zakat di Ciamis Dinilai Berhasil Tekan Praktik Rentenir
Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina
Khutbah Iduladha di Alun-alun Ciamis Angkat Penguatan Moral dan Ekonomi Umat
Kurban di Masjid Agung Ciamis Meningkat, Panitia Siapkan 500 Paket Daging
Guru TK Honorer di Kota Tasikmalaya Keluhkan Insentif Rp50 Ribu per Bulan
Ekonomi Lesu dan Harga Sapi Naik, Penjualan Kurban di Tasik Turun

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:49 WIB

Menteri Nusron Ajak Umat Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:02 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta ASN Tak Ragu Beri Pelayanan karena Takut Ambil Keputusan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:50 WIB

Pemilik Tanah Kini Bisa Ajukan Plotting Bidang Tanah Secara Online melalui Sentuh Tanahku

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:38 WIB

Ossy Dermawan Dorong Pemda, BPN, dan Aparat Hukum Perkuat Sinergi Lewat GTRA

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:55 WIB

ATR/BPN Minta Masyarakat Cermat dalam Proses Jual Beli Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:43 WIB

ATR/BPN Minta Warga Segera Melapor jika Temukan Indikasi Penyerobotan Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

ATR/BPN Dorong Penataan Kawasan Hutan Berkelanjutan dan Berbasis Kepastian Hukum

Berita Terbaru

error: Content is protected !!