Dinkes Ciamis Gencarkan Intervensi Tekan Stunting pada Ibu Hamil dan Balita

- Redaktur

Rabu, 23 April 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis terus melakukan berbagai upaya intervensi guna menurunkan angka stunting di wilayahnya. Intervensi yang dilakukan meliputi intervensi spesifik dan sensitif, dengan fokus utama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, remaja putri, serta keluarga berisiko.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni, menjelaskan bahwa intervensi spesifik menjadi tanggung jawab utama Dinkes,” ucapnya kepada Asajabar, Rabu (23/4/2025).

Salah satu bentuknya adalah pengawalan ibu hamil, khususnya mereka yang mengalami anemia atau Kekurangan Energi Kronis (KEK), karena kondisi tersebut berisiko melahirkan bayi stunting.

“Pengawalan dilakukan sejak masa kehamilan, termasuk bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah (BBLR), karena berisiko gizi buruk yang bisa menjadi pintu masuk ke stunting,” ujar dr. Eni.

Selain itu, remaja putri juga menjadi sasaran intervensi dengan pemberian tablet tambah darah secara rutin setiap Rabu di sekolah. Ini untuk mencegah anemia sejak dini yang berisiko saat hamil kelak.

Baca Juga :  MUI Ciamis Soroti LGBTQ, Minta Sinergi Pemerintah, Keluarga, dan Tokoh Agama Diperkuat

Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga mengidentifikasi dan mengintervensi keluarga berisiko melalui program Gerabah Stunting Manis yang menyasar calon pengantin, keluarga tanpa sanitasi layak, serta yang belum menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah memiliki rencana aksi daerah penurunan stunting. Misalnya, jika di suatu keluarga ada ibu hamil namun belum memiliki akses air bersih, maka instansi terkait seperti Dinas PUPR akan turun tangan,” lanjutnya.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal juga terus digencarkan. Data dari tiap Puskesmas menjadi acuan untuk intervensi berbasis kebutuhan lapangan. Untuk balita dengan gizi buruk, intervensi wajib dilakukan hingga kondisi membaik.

Dinkes juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait penganggaran dan pengadaan PMT.

“Tiap tahun, Puskesmas mengusulkan data jumlah balita gizi kurang atau gizi buruk. Usulan tersebut kemudian diajukan ke Kemenkes untuk mendapat alokasi PMT,” jelasnya.

Baca Juga :  MAN 3 Cijantung Wujudkan Madrasah Aman dan Menyenangkan Lewat MATAMUDA Berbasis Cinta

Terkait kenaikan angka stunting pada 2023, dr. Eni menyebut hal itu disebabkan oleh perubahan metode survei dari SSGI (Studi Status Gizi Indonesia), bukan karena lonjakan kasus yang signifikan.

Untuk mempercepat penurunan stunting, sejak 2023, pelaporan dilakukan secara mingguan di setiap Puskesmas, bukan bulanan seperti sebelumnya. Tim pemantau ditugaskan untuk mengawal kondisi anak-anak secara intensif.

Hingga awal 2025, tercatat sekitar 125 anak dengan gizi buruk sedang dalam pemantauan.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa tuntas semua. Sebab kalau tidak ditangani, anak dengan gizi buruk bisa meninggal atau menjadi stunting,” tegasnya.

Penanganan juga didukung oleh dana dari berbagai sumber, termasuk APBD, anggaran desa, dan CSR. Salah satu program yang berjalan adalah Bapak Asuh Anak Stunting yang melibatkan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Ciamis.

“Peningkatan kapasitas kader juga terus dilakukan, terutama pelatihan pengolahan makanan sesuai kebutuhan nutrisi. Sebab merekalah yang memproduksi PMT lokal di tingkat desa,” pungkasnya. (TONY)

Berita Terkait

Pemkot Tasikmalaya Sebut Kemiskinan Jadi Faktor Utama Tingginya Kasus Stunting
BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pendaftaran JKN bagi Relawan SPPG Kota Tasikmalaya
DKP3 Kampanyekan Gerakan Minum Susu di MTsN 3 Kota Tasikmalaya
RSUD Ciamis Maksimalkan Layanan IGD dan Tim Medis Selama Libur Lebaran
Balita di Indramayu Dirawat Usai Alami Gangguan Kesehatan Setelah Konsumsi Paket MBG
Ciamis Naik ke Peringkat 3 di Jawa Barat dalam Program Cek Kesehatan Gratis
Partisipasi Cek Kesehatan Gratis di Ciamis Rendah, Dinkes Akui Banyak Kendala
Virus Influenza Meningkat di Ciamis, Warga Diminta Waspada

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:56 WIB

Tanah Wakaf Tanpa Dokumen Lengkap Tetap Bisa Bersertipikat, Ini Mekanismenya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!