Pemkot Tasikmalaya Sebut Kemiskinan Jadi Faktor Utama Tingginya Kasus Stunting

- Redaktur

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stunting.

Ilustrasi stunting.

Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai persoalan kemiskinan masih menjadi faktor utama tingginya angka stunting di daerah tersebut. Karena itu, penanganan stunting dinilai tidak cukup hanya melalui intervensi kesehatan, tetapi juga harus dibarengi perbaikan kondisi sosial dan pembangunan wilayah.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, mengatakan persoalan stunting memiliki keterkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan perhatian menyeluruh, termasuk pemetaan kondisi wilayah dan pemerataan pembangunan di Kota Tasikmalaya.

“Kunci utama persoalan stunting sebenarnya adalah kemiskinan. Karena itu, yang harus dipikirkan juga bagaimana kondisi wilayah dan masyarakatnya,” ujarnya.

Dicky menjelaskan, masih terdapat sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya yang membutuhkan perhatian pembangunan lebih optimal, terutama daerah yang sebelumnya berstatus desa dan kini berubah menjadi kelurahan. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap minimnya anggaran pembangunan dan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial karena menyangkut banyak aspek kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, mengatakan angka stunting di Kota Tasikmalaya masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Tasikmalaya berada di angka 19 persen. Sedangkan berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting tercatat sekitar 11 persen.

“Perbedaan itu terjadi karena metode penghitungan yang digunakan berbeda,” katanya.

Menurut Asep, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus melakukan evaluasi dan penguatan program percepatan penurunan stunting bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, dan masyarakat.

“Penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja. Harus ada kolaborasi dari berbagai pihak,” ujarnya.

Selain faktor gizi, Asep menyebut tingginya angka stunting juga dipengaruhi persoalan sanitasi, akses air bersih, hingga kondisi lingkungan masyarakat.

Karena itu, upaya penurunan stunting dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan agar target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat tercapai.

“Stunting bukan hanya persoalan makanan atau gizi saja, tetapi juga berkaitan dengan sanitasi, air bersih, dan lingkungan,” pungkasnya.

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pendaftaran JKN bagi Relawan SPPG Kota Tasikmalaya
DKP3 Kampanyekan Gerakan Minum Susu di MTsN 3 Kota Tasikmalaya
RSUD Ciamis Maksimalkan Layanan IGD dan Tim Medis Selama Libur Lebaran
Balita di Indramayu Dirawat Usai Alami Gangguan Kesehatan Setelah Konsumsi Paket MBG
Ciamis Naik ke Peringkat 3 di Jawa Barat dalam Program Cek Kesehatan Gratis
Partisipasi Cek Kesehatan Gratis di Ciamis Rendah, Dinkes Akui Banyak Kendala
Virus Influenza Meningkat di Ciamis, Warga Diminta Waspada
Tina Wiryawati Perhatikan Kesehatan dan Kebutuhan Warga Ciamis

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta Kanwil dan Kantah Percepat Program Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:56 WIB

Tanah Wakaf Tanpa Dokumen Lengkap Tetap Bisa Bersertipikat, Ini Mekanismenya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!