Menteri Nusron Wahid Ajak Berperang Melawan Mafia Tanah dalam Khotbah Idulfitri

- Redaktur

Senin, 31 Maret 2025 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid saat memberikan khutbah idul fitri.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid saat memberikan khutbah idul fitri.

Berita Jakarta, Asajabar.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menjadi khatib dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1446 H yang berlangsung di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta, pada Senin (31/03/2025).

Dalam khotbahnya, Nusron menyampaikan tiga pesan penting yang dapat dijadikan pedoman setelah menjalani bulan Ramadan.

Dalam khotbahnya, Nusron mengungkapkan bahwa pesan pertama adalah tentang tahdzibun nafsi atau perbaikan diri.

“Bulan Ramadan adalah waktu bagi kita untuk mawas diri dan memperbaiki kualitas keimanan serta ketakwaan,” ujarnya.

Pesan kedua yang disampaikan adalah mengenai keadilan sosial. Menurutnya, salah satu kewajiban yang dilakukan setelah bulan Ramadan adalah membayar zakat fitrah, yang merupakan bagian dari usaha untuk menciptakan keadilan sosial di tengah masyarakat.

“Keadilan sosial adalah kunci dalam membangun kesejahteraan bersama,” tambah Nusron.

Pesan ketiga adalah mengenai jihad, yang menurut Menteri Nusron, merupakan usaha manusia untuk mencapai derajat yang lebih tinggi baik dalam hal spiritual maupun sosial.

Baca Juga :  Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global

Ia menekankan bahwa jihad tidak hanya terbatas pada aspek agama, tetapi juga dalam perjuangan mencapai kehidupan yang lebih baik.

Setelah pelaksanaan salat, Nusron berbicara lebih lanjut dengan awak media terkait pesan-pesan tersebut, terutama mengenai keadilan sosial dalam konteks pemerataan harta, khususnya dalam sektor pertanahan.

Ia berharap semangat bulan Ramadan dapat menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pemerataan di sektor tersebut.

Nusron menegaskan bahwa prinsip keadilan ini juga menjadi dasar dalam kebijakan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB). Presiden Republik Indonesia, lanjut Nusron, telah memberikan arahan agar penerapan prinsip keadilan ini tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Yang besar tetap harus besar, namun yang kecil juga harus dibantu agar dapat berkembang. Tidak boleh ada dominasi satu pihak saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nusron mengungkapkan bahwa pemerintah tengah merancang kebijakan untuk mendukung usaha kecil, salah satunya dengan mempermudah akses dalam pengajuan HGU dan HGB.

Baca Juga :  Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Masuk PSN, Pemerintah Percepat Sertifikasi Tanah di Sumsel

Ia juga menyoroti kebijakan plasma perkebunan, di mana perusahaan besar yang mendapatkan HGU atau HGB diwajibkan berbagi dengan masyarakat.

“Saat ini, pengusaha besar hanya memberikan sekitar 20% plasma kepada rakyat kecil. Kami berencana menaikkan angka tersebut menjadi 30-50%,” jelasnya.

Di sisi lain, Nusron juga menekankan pentingnya pemberantasan mafia tanah. Ia menyatakan komitmennya untuk memastikan tanah tidak dikuasai secara ilegal dan mengurangi low investment.

“Mafia tanah harus kita tangkap! Beberapa sudah kita miskinkan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebagai menteri, saya harus memberikan contoh dan menertibkan jajaran saya. Tidak mungkin ada tanah yang diserobot tanpa melibatkan orang dalam BPN. Ini akan kami tertibkan,” tegas Nusron.

Salat Idulfitri di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh ribuan jemaah. Selain Menteri Nusron, hadir juga Pembina IKAWATI ATR/BPN, Dily Rosi Nusron Wahid, yang turut serta dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Berita Terkait

ASN Dituntut Jadi Humas, ATR/BPN Perkuat Kompetensi Komunikasi CPNS
Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat, ATR/BPN Jamin Pelayanan Publik Tidak Terganggu
Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Masuk PSN, Pemerintah Percepat Sertifikasi Tanah di Sumsel
Pemilik Ruko Perlu Tahu, Status HGB Dapat Diubah Menjadi Hak Milik
Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global
Ossy Dermawan Tekankan Nilai Kejujuran dan Etika bagi Profesi Penilai
Wamen Ossy: ATR/BPN Bantu Legalisasi Lahan untuk Program KPLP
Capai 90,8 Persen TLRHP, ATR/BPN Perkuat Akuntabilitas dan Layanan Publik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:38 WIB

Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat Resmi Diluncurkan, ATR/BPN Jamin Legalitas Tanah

Kamis, 16 April 2026 - 22:36 WIB

Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global

Kamis, 16 April 2026 - 21:13 WIB

Faujiana Fatah Terpilih Pimpin Hiswana Migas Priangan Timur

Kamis, 16 April 2026 - 12:19 WIB

Kemenhaj Kota Tasikmalaya Gelar Pelepasan Calon Jamaah Haji Secara Seremonial

Kamis, 16 April 2026 - 11:21 WIB

Target PAD Parkir Rp2,65 Miliar, UPTD Parkir Kota Tasikmalaya Tancap Gas

Sabtu, 11 April 2026 - 16:12 WIB

Inspektorat Kemenag Turun Langsung Bina Pengelolaan Keuangan Madrasah di Ciamis

Jumat, 10 April 2026 - 18:15 WIB

BAZNAS Ciamis Dorong Program Kencleng Terus Bertambah di Tingkat Desa

Kamis, 9 April 2026 - 15:32 WIB

RSUD Kawali Optimalkan Pelayanan di Tengah Keterbatasan Tenaga Perawat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!