Berita Ciamis, Asajabar.com – MTsN 1 Ciamis kembali menggelar ajang Kompetisi Olahraga, Seni, dan Sains (KOSS+) bagi siswa SD/MI se-Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang telah memasuki tahun ketujuh ini menjadi sarana pengembangan bakat sekaligus promosi madrasah kepada masyarakat.
Humas MTsN 1 Ciamis, Yayang Ridwan, mengatakan KOSS tahun ini hadir dengan konsep baru melalui penambahan dua cabang lomba, yakni Semaphore Dance dan Rukiba atau Pengibar Regu Bendera.
“Awalnya hanya KOS, sekarang menjadi KOSS+ karena ada tambahan Semaphore Dance yang berkaitan dengan keterampilan Pramuka dan Rukiba yang berhubungan dengan Paskibra,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, dengan jumlah peserta mencapai ratusan siswa dari berbagai SD dan MI di Kabupaten Ciamis.
Menurut Yayang, antusiasme peserta cukup tinggi, terutama pada cabang sains, Semaphore Dance, dan Rukiba. Bahkan untuk cabang sains, panitia harus membatasi jumlah peserta maksimal 10 orang per sekolah karena tingginya minat.
“Pesertanya diperkirakan mencapai 300 orang. Yang paling banyak itu sains karena peminatnya tinggi. Kalau tidak dibatasi, ada sekolah yang mengirim sampai 20 hingga 30 peserta,” katanya.
Ia menjelaskan, Semaphore Dance dikemas lebih modern dengan memadukan gerakan semaphore dan iringan musik sehingga lebih menarik bagi siswa.
“Semaphore Dance ini dibuat lebih kekinian agar sesuai dengan perkembangan zaman, jadi bukan hanya gerakan biasa tetapi dipadukan dengan musik,” jelasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, KOSS+ juga bertujuan memperkenalkan MTsN 1 Ciamis kepada masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya.
“Madrasah ingin dikenal lebih luas dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk jenjang SLTP, bukan sekadar pilihan kedua,” ucap Yayang.
Ia juga menepis anggapan bahwa lulusan madrasah memiliki keterbatasan dalam melanjutkan pendidikan ke sekolah umum maupun perguruan tinggi negeri.
“Lulusan madrasah bisa melanjutkan ke SMA, SMK, bahkan perguruan tinggi negeri seperti UGM, Unpad, ITB, dan lainnya. Tidak hanya ke perguruan tinggi berbasis agama,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan khusus bagi juara pertama di beberapa cabang lomba. Salah satunya berupa bebas biaya pendaftaran untuk kegiatan ekstrakurikuler tertentu di MTsN 1 Ciamis.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Ciamis, Hj. Enok Robiah Adawiyah, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari promosi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.
Menurutnya, hingga saat ini jumlah pendaftar sudah mendekati 180 siswa dan diperkirakan terus bertambah seiring pelaksanaan KOSS+.
“Kegiatan ini menjadi salah satu sarana promosi agar masyarakat semakin mengenal MTsN 1 Ciamis. Mudah-mudahan jumlah peserta didik baru terus meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, MTsN 1 Ciamis memiliki berbagai prestasi yang telah diraih siswa dalam bidang akademik maupun nonakademik, seperti Paskibra dan futsal. Namun pihak sekolah juga terus mendorong pengembangan kegiatan lain, termasuk kepramukaan.
“Pramuka sekarang menjadi kegiatan wajib. Karena itu kami berharap pembinaan kepramukaan di MTsN 1 Ciamis semakin meningkat dan mampu melahirkan prestasi baru,” katanya.













