Berita Ciamis, Asajabar.com – Perkembangan ekonomi global dan nasional yang ditandai oleh disrupsi digital, transformasi dunia kerja, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang beretika dan berkelanjutan, mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan memiliki kompetensi praktis.
Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Putra Galuh Ciamis hadir sebagai program studi yang berfokus menyiapkan lulusan profesional, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai syariah.
Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAI Putra Galuh Ciamis, Kikin Muttaqin, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa Prodi MBS dikembangkan dengan distingsi Islamic Digital Entrepreneurship, yakni mengintegrasikan kompetensi bisnis modern, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan nilai fiqh muamalah.
“Distingsi ini kami rancang agar lulusan tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga memiliki keterampilan digital dan landasan syariah yang kuat dalam praktik usaha,” ujar Kikin. 
Ia menambahkan, mahasiswa MBS dibekali kemampuan praktis dalam mengoperasikan berbagai perangkat lunak bisnis berbasis digital, mulai dari aplikasi keuangan, pemasaran digital, e-commerce, hingga sistem informasi manajemen. Di sisi lain, penguatan fiqh muamalah menjadi fondasi utama agar lulusan mampu mengambil keputusan bisnis yang etis dan sesuai prinsip syariah.
Selain itu, setiap mahasiswa akan memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) berbasis kompetensi sesuai peminatan, termasuk sertifikasi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menurut Kikin, sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
“SKPI dan sertifikasi BNSP ini menjadi bukti kompetensi lulusan kami, sehingga mereka lebih siap dan percaya diri memasuki dunia usaha maupun industri,” katanya.
Program Studi MBS STAI Putra Galuh Ciamis juga didukung jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga nasional, dunia usaha, dan dunia industri, khususnya di sektor keuangan syariah, UMKM, serta lembaga filantropi Islam. Kerja sama tersebut membuka peluang magang, pengembangan kompetensi, hingga fasilitasi penempatan kerja bagi lulusan.
Adapun prospek kerja lulusan MBS dinilai cukup luas, mulai dari sektor keuangan dan perbankan syariah, kewirausahaan, hingga pengelolaan filantropi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Program studi ini juga memberikan pendampingan serta rekomendasi penempatan kerja sesuai kompetensi dan minat lulusan.
Dari sisi akademik, proses pembelajaran didukung oleh dosen yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi. Selain itu, biaya pendidikan yang terjangkau, ketersediaan beasiswa, serta sistem perkuliahan hybrid (luring dan daring) menjadi keunggulan tersendiri bagi mahasiswa, termasuk mereka yang ingin kuliah sambil bekerja.
“Kami berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi agen perubahan dalam pembangunan ekonomi berbasis nilai dan etika syariah,” pungkas Kikin.













