DPRD Ciamis Soroti Maraknya Keuangan Ilegal, Penyuluh Agama Didorong Jadi Garda Edukasi

- Redaktur

Selasa, 7 April 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Ciamis, Mohamad Ijudin (tengah) saat menghadiri ToT Edukasi Literasi Keuangan bagi para Penyuluh Agama Kemenag Ciamis.

Anggota DPRD Ciamis, Mohamad Ijudin (tengah) saat menghadiri ToT Edukasi Literasi Keuangan bagi para Penyuluh Agama Kemenag Ciamis.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Maraknya praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online, investasi bodong, hingga “bank emok” ilegal menjadi sorotan serius. Rendahnya literasi keuangan dinilai menjadi salah satu penyebab utama masyarakat mudah terjerat.

Anggota Komisi A DPRD Ciamis, Mohamad Ijudin, M.Pd, menilai persoalan tersebut tidak bisa ditangani dengan pendekatan biasa. Ia mendorong keterlibatan langsung penyuluh agama sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Training of Trainers (ToT) edukasi keuangan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Ciamis bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (7/4/2026).

Menurut Ijudin, penyuluh agama memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi rujukan dalam berbagai persoalan sosial.

Baca Juga :  KCD 13 Sosialisasikan Mekanisme SPMB 2026 dan Program Sekolah Maung

“Masalahnya bukan sekadar banyaknya praktik ilegal, tapi minimnya pemahaman masyarakat. Di sinilah peran penyuluh menjadi penting, karena mereka adalah figur yang dipercaya,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini literasi keuangan belum menjadi prioritas kebijakan di daerah. Padahal, dampak yang ditimbulkan cukup luas, mulai dari jeratan utang hingga kerentanan ekonomi keluarga.

Karena itu, Ijudin mendorong pendekatan yang lebih inovatif tanpa bergantung pada anggaran besar, salah satunya dengan menyisipkan materi literasi keuangan dalam kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan.

“Tidak harus selalu program besar. Edukasi bisa dilakukan melalui pengajian atau ceramah yang memang sudah berjalan. Tinggal bagaimana materinya disisipkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan tersebut. Tidak hanya OJK dan pemerintah daerah, tetapi juga lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, hingga kalangan kampus.

Baca Juga :  SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Ciamis Dibuka, Konsultasi Calon Siswa Mulai Ramai

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan satu pihak. Harus ada sinergi, karena yang dihadapi juga kompleks dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Ijudin berharap pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada tataran teori. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa aksi nyata di lapangan, terutama dalam membantu masyarakat yang sudah terlanjur terjerat utang atau investasi ilegal.

Ia pun mengingatkan penyuluh agama untuk memperluas perannya, tidak hanya sebagai penyampai ceramah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi.

“Penyuluh harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberi pemahaman, tapi juga membantu mencari jalan keluar ketika masyarakat sudah terjebak masalah keuangan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Guru TK Honorer di Kota Tasikmalaya Keluhkan Insentif Rp50 Ribu per Bulan
Ekonomi Lesu dan Harga Sapi Naik, Penjualan Kurban di Tasik Turun
Dicky Candra: Budaya dan Teknologi Harus Berjalan Beriringan
Kemenag Ciamis Sosialisasikan Wakaf dan Pembaruan Data Zakat Tahun 2026
Bebas dari Rentenir hingga Usaha Berkembang, UPZ Panyingkiran Ciamis Dorong Kemandirian Warga
PPIH Ciamis Pastikan Kesehatan Jemaah Haji Jadi Prioritas Utama
KH Saeful Ujun: Pesantren Harus Tetap Jadi Teladan Moral Umat
Dicky Candra: Koperasi Ajarkan Semangat Gotong Royong Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:55 WIB

ATR/BPN Minta Masyarakat Cermat dalam Proses Jual Beli Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:43 WIB

ATR/BPN Minta Warga Segera Melapor jika Temukan Indikasi Penyerobotan Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

ATR/BPN Dorong Penataan Kawasan Hutan Berkelanjutan dan Berbasis Kepastian Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:01 WIB

ATR/BPN Dukung Proses Hukum Dugaan Korupsi di Kantah Kota Serang

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:53 WIB

ATR/BPN Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:20 WIB

Hadiri SUSBANPIM Banser di Semarang, Nusron Wahid Soroti Pentingnya Good Governance dan SDM

Senin, 18 Mei 2026 - 22:19 WIB

Masyarakat Diminta Pahami Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Senin, 18 Mei 2026 - 21:58 WIB

KAN Sitapa Nilai Sertipikat Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Aset Nagari

Berita Terbaru

Nasional

ATR/BPN Minta Masyarakat Cermat dalam Proses Jual Beli Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:55 WIB

Nasional

ATR/BPN Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:53 WIB

error: Content is protected !!