Berita Ciamis, Asajabar.com – Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Kecamatan Ciamis digelar di lingkungan SDN 1 Cigembor. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah dasar dan menjadi ajang seleksi untuk tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Panitia Pentas PAI tingkat kecamatan, Saripudin, menyampaikan bahwa setiap sekolah mengirimkan delapan peserta untuk mengikuti delapan cabang lomba. Secara keseluruhan, jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 300 siswa.
“Pentas PAI ini merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai bentuk evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang disampaikan oleh guru di sekolah. Dari tingkat kecamatan, nanti akan berlanjut ke tingkat kabupaten hingga provinsi,” ujar Saripudin.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menjaring peserta terbaik yang akan menjadi duta Kecamatan Ciamis di tingkat kabupaten. Selain itu, ajang ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyampaian pembelajaran PAI kepada peserta didik.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi dakwah cilik (da’i cilik), lomba cerdas cermat (LCC), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), kaligrafi, Musabaqah Hifzil Quran (MHQ), qasidah, praktik salat, dan adzan.
“Seluruh peserta akan melalui proses seleksi. Biasanya, dari Ciamis yang menonjol adalah cabang pidato atau da’i cilik. Namun, untuk tahun ini kita lihat hasilnya nanti. Harapannya, Kecamatan Ciamis bisa meraih prestasi, bahkan menjadi juara umum di tingkat kabupaten,” katanya.
Pentas PAI tingkat kecamatan ini dilaksanakan selama dua hari. Selanjutnya, peserta terpilih akan dibina sebelum mengikuti Pentas PAI tingkat Kabupaten Ciamis yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026.
Saripudin menambahkan, peserta yang dilibatkan umumnya berasal dari kelas IV dan V, karena siswa kelas VI tengah fokus menghadapi ujian akhir.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ciamis, H. Bini, menekankan pentingnya inovasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Inovasi harus terus dilakukan agar prestasi meningkat. Mudah-mudahan Kecamatan Ciamis bisa menorehkan prestasi hingga ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh pelaksanaan lomba telah disesuaikan dengan petunjuk teknis dari tingkat provinsi, mulai dari materi hingga sistem penilaian.
Menurutnya, keterbatasan jam pelajaran PAI di sekolah menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan siswa. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak luar seperti praktisi atau ahli di bidang tertentu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas peserta.
“Misalnya pada cabang qasidah atau adzan, dibutuhkan pemahaman nada yang baik. Karena keterbatasan guru, beberapa sekolah bekerja sama dengan ahli untuk melatih siswa,” jelasnya.
Sebanyak 40 sekolah di Kecamatan Ciamis turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. H. Bini berharap melalui kolaborasi yang baik antara guru dan tenaga ahli, target prestasi di tingkat kabupaten dapat tercapai.
“Ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga menjadi cerminan kualitas guru dan pembelajaran di sekolah. Harapannya, kualitas pendidikan agama Islam di Ciamis terus meningkat,” pungkasnya.













