Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi

- Redaktur

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Semarang, Asajabar.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempercepat upaya sinkronisasi data lahan sawah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mengendalikan alih fungsi lahan serta memperkuat perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026).

Menurut Ossy, kesamaan data menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan tata ruang, perlindungan lahan pertanian, hingga penciptaan kepastian investasi. Perbedaan data yang digunakan antara pemerintah pusat dan daerah berpotensi menimbulkan kebijakan yang tidak selaras dan berdampak pada pelaksanaan pembangunan.

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih ditemukan ketidaksesuaian data antara Lahan Baku Sawah (LBS), Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), maupun Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Dalam sejumlah kasus, satu bidang lahan tercatat sebagai sawah pada satu basis data, tetapi memiliki status berbeda dalam data lainnya.

Baca Juga :  Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional

Kondisi tersebut dinilai dapat memicu tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam penetapan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian produktif.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian ATR/BPN menggelar rapat koordinasi yang melibatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, baik bupati maupun wali kota. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus menyelaraskan data lahan sawah yang digunakan oleh berbagai instansi pemerintah.

Dalam rakor tersebut, peserta juga memperoleh pemaparan teknis mengenai strategi percepatan penetapan LP2B, sinkronisasi data lahan sawah, serta integrasinya ke dalam dokumen tata ruang daerah. Materi disampaikan oleh Dirjen Tata Ruang, Suyus Windayana, serta Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri.

Ossy menegaskan, pemerintah menargetkan terwujudnya satu basis data lahan sawah nasional yang dapat digunakan secara konsisten oleh pemerintah pusat maupun daerah. Dengan data yang seragam, seluruh kebijakan terkait perlindungan lahan pertanian, tata ruang, dan investasi dapat disusun berdasarkan acuan yang sama.

Baca Juga :  Dampingi Presiden Prabowo di Panen Raya TNI, Menteri ATR/BPN Tegaskan Pentingnya Perlindungan Lahan Pertanian

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif langkah sinkronisasi data yang dilakukan Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, kejelasan data LBS dan LP2B sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian dan kebutuhan pengembangan investasi di daerah.

Ia menilai kepastian tata ruang menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Investor membutuhkan informasi yang jelas mengenai kawasan yang dapat dikembangkan dan kawasan yang harus dipertahankan sebagai lahan pertanian.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian ATR/BPN, Plt. Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Tengah, Kartono Agustiyanto, serta seluruh Kepala Kantor Pertanahan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Melalui penyelarasan data tersebut, pemerintah berharap kebijakan perlindungan lahan pertanian dan pengembangan wilayah dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

ATR/BPN Perkuat Transformasi Organisasi dan Pelayanan, Nusron: Rakyat Harus Menjadi Raja dalam Pelayanan
Calon Taruna Politeknik Agraria STPN Jalani Wawancara, Penentu Menuju Pendidikan Kedinasan ATR/BPN
Dampingi Presiden Prabowo di Panen Raya TNI, Menteri ATR/BPN Tegaskan Pentingnya Perlindungan Lahan Pertanian
Rotasi 78 Pejabat ATR/BPN Jadi Bagian Reformasi SDM
DPC PJS Ciamis Raya Resmi Dilantik, Siap Cetak Jurnalis Berintegritas dan Profesional
PJS Serahkan Dokumen ke Dewan Pers, Tempuh Tahap Verifikasi Menuju Organisasi Konstituen
Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional
Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:09 WIB

ATR/BPN Perkuat Transformasi Organisasi dan Pelayanan, Nusron: Rakyat Harus Menjadi Raja dalam Pelayanan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:44 WIB

Calon Taruna Politeknik Agraria STPN Jalani Wawancara, Penentu Menuju Pendidikan Kedinasan ATR/BPN

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:32 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di Panen Raya TNI, Menteri ATR/BPN Tegaskan Pentingnya Perlindungan Lahan Pertanian

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:14 WIB

DPC PJS Ciamis Raya Resmi Dilantik, Siap Cetak Jurnalis Berintegritas dan Profesional

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:28 WIB

PJS Serahkan Dokumen ke Dewan Pers, Tempuh Tahap Verifikasi Menuju Organisasi Konstituen

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:59 WIB

Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Berita Terbaru

error: Content is protected !!