Berita Ciamis, Asajabar.com – Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis menggelar Gebyar Muharram 1448 Hijriah dengan menyalurkan santunan kepada 125 anak yatim, Kamis (25/6/2026).
Selain berbagi kebahagiaan melalui santunan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak yatim dari berbagai bentuk eksploitasi.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Ciamis itu, masing-masing anak yatim menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu dan paket nasi boks. Dana bantuan berasal dari program Sedekah Subuhan yang rutin dihimpun anggota Majelis Taklim Roudlotunnisa setiap bulan.
Pengurus Majelis Taklim Roudlotunnisa, Hj. Yeni Nuraeni atau yang akrab disapa Hj. Iyeng, mengatakan bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, baik melalui bantuan materi maupun perhatian terhadap hak-hak mereka.
“Pada kegiatan Gebyar Muharram ini kami menyalurkan santunan kepada 125 anak yatim. Bantuan tersebut berasal dari infak dan sedekah para jamaah yang dikumpulkan secara rutin setiap bulan,” ujarnya.
Menurut Hj. Iyeng, anggota Majelis Taklim Roudlotunnisa berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis. Semangat berbagi yang tumbuh di kalangan jamaah menjadi modal penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim.
Ia menuturkan, Muharram sering disebut sebagai bulan yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim. Karena itu, para jamaah berupaya menjadikan momentum tersebut sebagai sarana berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Namun demikian, Hj. Iyeng menilai perhatian terhadap anak yatim tidak cukup hanya melalui pemberian santunan. Ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak yatim agar tidak menjadi korban eksploitasi, termasuk praktik menjadikan mereka sebagai objek untuk meminta-minta.
“Anak yatim harus mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan yang layak. Jangan sampai mereka dieksploitasi atau dijadikan alat untuk mencari belas kasihan karena itu sangat merugikan masa depan mereka,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak yatim tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.
Ia berharap kepedulian masyarakat terhadap anak yatim terus meningkat, tidak hanya pada bulan Muharram, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai bentuk dukungan dan perhatian
“Mudah-mudahan semangat infak dan sedekah jamaah terus bertambah sehingga semakin banyak anak yatim yang terbantu. Yang terpenting, mereka juga mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.













