Berita Ciamis, Asajabar.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Ciamis resmi dibuka di Komplek Pondok Pesantren Ar-Risalah, Kecamatan Cijeungjing, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, hingga 5 Juli 2026, menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus seleksi santri berprestasi untuk mewakili Ciamis pada PORSADIN Tingkat Jawa Barat.
Ketua Panitia PORSADIN VIII Kabupaten Ciamis, H. Anwar Baehaqi, mengatakan pelaksanaan tahun ini diikuti oleh 27 kafilah yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis. Masing-masing kafilah terdiri atas peserta, pembimbing, dan ofisial.
“Alhamdulillah, PORSADIN VIII dapat kembali dilaksanakan dengan antusiasme yang sangat tinggi. Bahkan jumlah pendamping dan masyarakat yang hadir memberikan dukungan lebih banyak dibandingkan peserta dan ofisial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PORSADIN VIII mempertandingkan 14 cabang lomba yang terbagi ke dalam kategori pendidikan, seni, dan olahraga.
Untuk cabang olahraga, pertandingan bulu tangkis digelar di GOR Miftahussalam Handapherang, lari sprint di GOR Linggabuana Linggasari, serta tenis meja di Aula Pondok Pesantren Cijantung. Sementara itu, cabang keagamaan dan pendidikan dilaksanakan di ruang-ruang kelas SMP serta Masjid Putri di lingkungan Pondok Pesantren Ar-Risalah.
Menurut Anwar, penyelenggaraan PORSADIN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan diniyah di Kabupaten Ciamis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat ukhuwah di antara ustaz, ustazah, dan madrasah diniyah. Selain itu, PORSADIN menjadi momentum untuk mengukur hasil pembinaan santri selama dua tahun terakhir melalui berbagai perlombaan dan pertandingan,” katanya.
Ia menambahkan, hasil PORSADIN VIII akan menjadi dasar pembentukan kafilah Kabupaten Ciamis yang akan berlaga pada PORSADIN VIII Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026.
Dari sisi ketentuan peserta, lanjut Anwar, tidak terdapat batas usia minimal. Namun peserta dibatasi dengan usia maksimal kelahiran Januari 2014 sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Ia juga memastikan tidak ada perubahan regulasi maupun penambahan cabang lomba dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Anwar mengungkapkan optimisme Ciamis mampu kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Pasalnya, daerah tersebut memiliki catatan membanggakan dengan beberapa kali meraih gelar juara umum PORSADIN Jawa Barat.
“Kami berharap prestasi yang telah diraih pada penyelenggaraan sebelumnya bisa dipertahankan. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Ciamis kembali menjadi juara umum di PORSADIN Tingkat Jawa Barat,” pungkasnya.













