Berita Ciamis, Asajabar.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ciharalang menggelar acara perpisahan siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 di lingkungan sekolah, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna dengan menampilkan berbagai pentas seni dan budaya yang dibawakan para siswa.
Sebanyak 25 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat dasar. Acara tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Ciharalang, para alumni, serta masyarakat setempat.
Kepala MI Ciharalang, Eti Nurhayati, melalui Ketua Panitia, Isop Sopyudin, mengatakan kegiatan perpisahan memiliki arti penting bagi para siswa sebagai penutup perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Kegiatan ini sangat dinantikan oleh anak-anak karena menjadi momen berharga yang akan mereka kenang. Kami juga bersyukur karena mendapat dukungan dari pemerintah desa, alumni, dan masyarakat sehingga acara dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Selain menjadi ajang pelepasan siswa, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai program unggulan madrasah kepada masyarakat. Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari tari daerah Sunda, seni budaya nusantara, hingga demonstrasi kemampuan membaca Al-Qur’an melalui program tahsin.
Menurut Isop, penampilan budaya Sunda sengaja ditampilkan sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal.
“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai budaya Sunda sebagai bagian dari identitas mereka. Selain itu, ada juga penampilan seni daerah lainnya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah program tahsin Al-Qur’an. Program tersebut dibimbing langsung oleh tenaga profesional, termasuk Ketua MUI Desa Ciharalang, sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat dievaluasi secara berkala.
Ia menjelaskan, program tahsin menjadi bagian dari upaya mendukung program Magrib Mengaji yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa terlebih dahulu mengikuti pembelajaran tahsin di bawah bimbingan guru.
“Tujuannya agar anak-anak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kami berharap bekal tersebut dapat bermanfaat bagi diri mereka, keluarga, serta masyarakat,” jelasnya.
Di bidang prestasi, MI Ciharalang terus menunjukkan perkembangan positif. Pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat daerah, siswa berhasil meraih sejumlah prestasi. Sementara pada bidang tahsin, beberapa siswa bahkan mampu tampil hingga tingkat provinsi.
“Alhamdulillah ada siswa kami yang sudah tampil di tingkat provinsi meskipun masih duduk di kelas II. Ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi peserta didik sesuai bakat dan kemampuannya masing-masing,” ungkap Isop.
Sementara itu, untuk tahun ajaran baru, minat masyarakat terhadap MI Ciharalang juga menunjukkan tren positif. Dari 25 siswa yang lulus tahun ini, jumlah pendaftar baru telah mencapai 25 orang melalui sistem pendaftaran online.
Saat ini jumlah siswa MI Ciharalang mencapai 192 orang. Bahkan beberapa tingkat kelas mengalami kelebihan jumlah peserta didik sehingga sekolah harus melakukan pengaturan ruang belajar agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.
Isop menegaskan pihak sekolah tidak membatasi pilihan pendidikan lanjutan bagi para lulusan. Para siswa diberikan kebebasan untuk melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMP, maupun lembaga pendidikan lainnya sesuai pilihan masing-masing.
Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan oleh madrasah, yakni memiliki ilmu yang bermanfaat, gemar bersedekah ketika memiliki rezeki, serta senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orang tua.
“Itulah nilai yang terus kami tanamkan kepada anak-anak. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.













