Berita Ciamis, Asajabar.com – Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menggelar Silaturahmi Akhir Tahun Ajaran 2025/2026 (SATAP) dengan mengusung tema “Bentang Sayap Harapan Menembus Cakrawala Baru” di lingkungan pesantren, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan santri yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), sekaligus penguatan pesan bagi para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Prof. Dr. KH Fadlil Munawwar Manshur, M.S., mengatakan pihak pesantren bersyukur dapat menuntaskan amanah orang tua dalam mendidik dan membina para santri selama menempuh pendidikan di Darussalam.
“Alhamdulillah, kami bersama seluruh pimpinan dan dewan guru telah berupaya menjalankan amanah dari para orang tua untuk mendidik, membimbing, serta membekali santri dengan ilmu dan akhlakul karimah. Kini saatnya mereka melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan masa depan yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut menggambarkan kesiapan para santri untuk terbang mengarungi kehidupan baru yang penuh tantangan. Santri yang lulus dari tingkat MTs akan melanjutkan ke SMA atau MA, sedangkan lulusan MA akan memasuki dunia perguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa keberanian membentangkan sayap merupakan simbol keberanian menghadapi risiko, tantangan, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan.
“Santri harus siap meninggalkan zona nyaman, belajar lebih keras, bekerja lebih giat, dan kelak menjadi pemimpin masyarakat, umat, maupun bangsa,” katanya.
Prof. Fadlil juga menyampaikan bahwa alumni Darussalam saat ini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Menurutnya, para alumni harus tetap memegang teguh nilai-nilai Islam moderat yang selama ini diajarkan di lingkungan pesantren.
Selain kecerdasan intelektual, ia menekankan pentingnya menjaga karakter dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih menilai etika dan kepribadian seseorang dibanding sekadar kemampuan akademik.
“Orang pintar tanpa akhlak yang baik tidak akan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, alumni Darussalam harus menjaga disiplin, menghormati orang tua, menghargai guru, dan tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran agama,” tuturnya.
Kepada para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia berpesan agar memanfaatkan masa studi untuk memperdalam ilmu pengetahuan sekaligus tetap menjaga identitas sebagai santri.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keagamaan, seperti melaksanakan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an setiap hari, serta tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fadlil menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Darussalam. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru, pembimbing, pengurus, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan santri.
“Tidak akan lahir pemimpin, menteri, profesor, maupun tokoh masyarakat tanpa jasa para guru. Mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam perjalanan pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak para alumni untuk turut berperan dalam mengembangkan pesantren dengan mengenalkan Darussalam kepada calon santri baru di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darussalam tengah mengembangkan kerja sama internasional, termasuk menjajaki kemitraan dengan Universitas Al-Azhar Mesir sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring akademik pesantren.
“Insyaallah Darussalam akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pendidikan Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.













