Berita Ciamis, Asajabar.com – Pondok Pesantren Miftahul Ridwan, Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis menggelar Akhirussanah, Haflatul Wada, serta peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momen pelepasan puluhan santri yang telah menyelesaikan pendidikan sekaligus penanda berakhirnya tahun ajaran di lingkungan pesantren.
Pengurus Ponpes Miftahul Ridwan, Ustaz Dadi Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan meliputi Haflatul Wada atau perpisahan santri, Akhirussanah, kenaikan jenjang pendidikan, serta peringatan Tahun Baru Islam.
“Tahun ini ada 41 santri yang lulus pada jenjang Tsanawiyah dan 14 santri pada jenjang Aliyah. Ini merupakan angkatan kelima yang dilepas oleh Pondok Pesantren Miftahul Ridwan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi di luar daerah. Selain itu, ada pula yang memilih langsung memasuki dunia kerja.
Menurut Dadi, santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Miftahul Ridwan tidak hanya berasal dari wilayah Panjalu dan Kabupaten Ciamis, tetapi juga datang dari berbagai daerah di luar kabupaten.
“Kurang lebih 50 persen santri berasal dari sekitar Panjalu, sementara sisanya datang dari berbagai daerah, termasuk luar Kabupaten Ciamis dan wilayah lainnya di Jawa Barat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, para santri juga mendapatkan pesan dan nasihat dari pengasuh pesantren sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dadi menyampaikan, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjaga salat lima waktu, berbakti kepada kedua orang tua, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Semoga seluruh proses pendidikan, ibadah, dan aktivitas selama di pesantren menjadi bekal kesuksesan mereka di masa depan. Apa pun jalan yang dipilih, baik melanjutkan pendidikan maupun bekerja, semoga mendapatkan keberkahan dan rida Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Miftahul Ridwan, Drs. KH. Aep Saeful Ujun, mengungkapkan minat masyarakat untuk mondok di pesantren tersebut terus meningkat.
Untuk tahun ajaran baru, jumlah santri yang telah terdaftar mencapai 97 orang, terdiri dari 55 santri putri dan 42 santri putra. Dari jumlah tersebut, delapan orang merupakan santri jenjang Aliyah.
“Alhamdulillah kuota santri baru sudah terpenuhi, bahkan saat ini pendaftar sudah melebihi kapasitas yang tersedia,” kata KH. Aep.
Ia berharap Ponpes Miftahul Ridwan dapat terus mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.













