Berita Ciamis, Asajabar.com – Sebanyak 648 siswa kelas X SMKN 1 Ciamis mengikuti kegiatan Masa Ta’aruf Calon Anggota Keluarga Ambalan Penegak (Mata Cakap) yang digelar selama tiga hari dua malam (30 Juli sampai dengan 1 Agustus 2026) di Bumi Perkemahan Ambalan Bhatara Rama–Dewi Shinta, Gudep Ciamis, Pangkalan SMKN 1 Ciamis.
Kegiatan yang berlangsung mulai Kamis hingga Sabtu pagi tersebut menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus wadah pembentukan karakter melalui pendidikan kepramukaan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Ciamis, Endah Rahayu, M.Pd., menjelaskan bahwa Mata Cakap merupakan kelanjutan dari rangkaian MPLS yang telah berlangsung selama hampir dua pekan.
“Selama MPLS peserta didik telah mengikuti pengenalan budaya sekolah selama lima hari, pendidikan bela negara selama dua hari, pengenalan dunia industri dan kompetensi keahlian selama tiga hari. Tiga hari terakhir ini ditutup dengan pengenalan kepramukaan sebagai bagian dari pendidikan karakter Pancawaluya,” ujarnya.
Menurut Endah, kegiatan perkemahan dilaksanakan sesuai arahan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis, yakni dilaksanakan di alam terbuka agar para peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung.
“Anak-anak harus belajar mandiri, termasuk memasak sendiri dalam pendampingan pembina. Ini menjadi bagian dari aktualisasi pendidikan karakter yang diharapkan Kwarcab,” katanya.
Selama mengikuti perkemahan, peserta dikenalkan dengan berbagai materi dasar kepramukaan, seperti tali-temali, morse, sandi rumput, semaphore, hingga pengenalan Ambalan Bhatara Rama dan Dewi Sinta. Seluruh materi diberikan sebatas pengenalan karena pembelajaran kepramukaan secara mendalam akan dilaksanakan pada kegiatan ekstrakurikuler selama satu semester.
Endah menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar mengenalkan teknik kepramukaan, melainkan membangun karakter siswa agar mencerminkan nilai-nilai Pancawaluya yang menjadi program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami ingin anak-anak tidak takut terhadap pramuka. Justru kami ingin mereka merasakan bahwa pramuka itu menyenangkan dan menjadi sarana membentuk karakter yang baik, tanpa kekerasan maupun perundungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga kegiatan berlangsung tidak ditemukan laporan adanya tindakan perundungan ataupun perlakuan yang membuat peserta merasa tidak nyaman.
“Bahkan dari Kwarcab melihat sendiri bagaimana kakak pembina memperlakukan peserta dengan baik. Saat penyampaian materi malam hari misalnya, pembina memberikan senter kepada peserta agar tetap nyaman mengikuti kegiatan,” tuturnya.
Untuk menjaga keamanan dan kesehatan peserta, SMKN 1 Ciamis melibatkan sekitar 60 panitia inti serta hampir 100 personel pendukung. Selain itu, setiap kelas didampingi empat pembimbing.
Sekolah juga bekerja sama dengan Palang Merah Remaja (PMR), Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
“Kalau ada peserta yang mengalami sakit ringan, langsung ditangani oleh tim kesehatan di lokasi. Namun apabila memerlukan penanganan lebih lanjut, peserta dibawa ke IGD dan orang tua segera dihubungi,” jelas Endah.
Sebagai bentuk transparansi kepada orang tua, pihak sekolah juga rutin menyampaikan perkembangan kegiatan melalui grup komunikasi yang telah dibentuk. Orang tua turut diberikan nomor kontak pembimbing sangga agar dapat memantau kondisi putra-putrinya selama mengikuti perkemahan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 130 tenda digunakan untuk menampung seluruh peserta, dengan pembagian sangga putra dan putri secara terpisah.
Selain memasak secara mandiri pada waktu tertentu, peserta juga memperoleh dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu makan siang didistribusikan ke lokasi perkemahan sehingga siswa tetap memperoleh asupan gizi selama mengikuti kegiatan.
Melalui kegiatan Mata Cakap ini, SMKN 1 Ciamis berharap para peserta didik baru mampu mengembangkan sikap mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki karakter Pancawaluya yang menjadi landasan pembentukan generasi muda Jawa Barat.













