BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – SMAN 2 Ciamis menggelar aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bersih-Bersih Sedunia atau World Cleanup Day (WCD) yang diperingati setiap 20 September. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah, Jumat Pagi (18/9/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Ciamis, Dadan Ramdan, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan puncak peringatan World Cleanup Day.
Menurut Dadan, pihak manajemen sekolah terlebih dahulu menyusun program kegiatan yang kemudian disosialisasikan kepada guru dan tenaga kependidikan, wali kelas, serta seluruh siswa.
“Kita ingin kelas, halaman, WC, perpustakaan, masjid, dan sebagainya bersih. Sederhananya, jangan ada sampah. Baik sampah plastik, sampah organik, maupun barang-barang seperti meja, kursi, kaca, dan sebagainya ingin kita bersihkan,” kata Dadan.
Aksi bersih-bersih dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan dilakukan secara terarah dengan pendampingan wali kelas agar seluruh siswa dapat menjalankan tugas sesuai area yang telah ditentukan.
Dadan menuturkan, untuk memastikan siswa fokus mengikuti kegiatan, pihak sekolah juga mengumpulkan telepon seluler (HP) milik siswa selama kegiatan berlangsung. Hanya satu atau dua perangkat di setiap kelas yang diperbolehkan untuk digunakan sebagai sarana dokumentasi.
“Semua HP siswa dikumpulkan, kecuali hanya satu atau dua di kelas yang memang harus mendokumentasikan. Dokumentasinya nanti juga dilaporkan,” ujarnya.
Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Sebagai sekolah yang telah memperoleh kualifikasi Adiwiyata di tingkat Kabupaten Ciamis, SMAN 2 Ciamis terus mendorong penerapan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Dadan menegaskan, program Adiwiyata bukan sekadar upaya untuk memperoleh predikat, melainkan menjadi sarana membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan.
“Yang ingin ditumbuhkan itu karakter peduli lingkungannya. Jadi ketika melihat sampah, langsung otomatis diambil dan dibuang ke tempat sampah. Ketika kotor dibersihkan, ketika tidak rapi dirapikan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah mengintegrasikan tim Adiwiyata dengan siswa melalui keberadaan Duta Adiwiyata di setiap kelas. Para duta tersebut turut membantu mengawasi dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas.
Mulai Kelola Sampah Organik
Selain melakukan pemilahan sampah, SMAN 2 Ciamis juga mulai mengembangkan pengolahan sampah organik melalui fasilitas komposter yang berada di area belakang sekolah.
Dadan mengatakan sampah organik, termasuk sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), dikumpulkan dan ditempatkan pada fasilitas yang telah disediakan untuk kemudian diolah menjadi kompos.
“Untuk mengolah di sini secara langsung, yang organik kita sudah mulai. Di belakang ada komposter dan sudah ada yang menjadi kompos. Sisa makanan dari MBG dan sampah-sampah organik ada tempat khususnya,” ujarnya.
Menurut Dadan, tantangan utama sekolah bukan sekadar menjaga kebersihan pada saat kegiatan tertentu, tetapi membangun kebiasaan tersebut menjadi karakter siswa.
Dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari 1.400 orang, penerapan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan pengawasan serta pengingat yang dilakukan secara konsisten.
“Tujuan utamanya kebersihan dan kepedulian kepada lingkungan itu harus menjadi karakter siswa,” katanya.
Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan siswa secara otomatis tanpa harus selalu diingatkan.
“Kita ingin kepedulian kebersihan dan kerapian lingkungan itu menjadi otomatis, seperti autopilot dari pribadi masing-masing,” tutur Dadan.
Dadan menambahkan, keterlibatan seluruh unsur sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya tersebut. Ia pun turut turun langsung mengikuti aksi bersih-bersih bersama para siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
“Ya, saya harus bersih-bersih juga sama anak-anak, sama Bapak Ibu,” pungkasnya.













