KSPI Peringatkan Pemerintah: Mogok Nasional Menanti Jika Tuntutan Buruh Tak Dipenuhi

- Redaktur

Selasa, 29 Oktober 2024 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo buruh tuntut kenaikan upah.

Demo buruh tuntut kenaikan upah.

Berita Bekasi, Asajabar.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama berbagai serikat pekerja lainnya menggelar aksi demonstrasi di Bekasi dan Karawang, Senin (28/10/2024).

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi bergelombang yang dimulai sejak 24 Oktober dan direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2024.

Aksi ini mengusung dua tuntutan utama, yakni kenaikan upah minimum sebesar 8-10 persen serta pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Para buruh berpendapat bahwa Omnibus Law telah melemahkan perlindungan terhadap pekerja, mempermudah pemutusan hubungan kerja (PHK), memperlonggar aturan kerja kontrak dan outsourcing, serta membatasi hak pekerja untuk memperoleh upah yang layak.

Mereka menilai, di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan inflasi yang terus meningkat, upah minimum yang stagnan tidak lagi mencukupi untuk kebutuhan hidup layak.

Baca Juga :  Wamen Ossy: ATR/BPN Bantu Legalisasi Lahan untuk Program KPLP

Di Bekasi, massa aksi yang berasal dari sektor automotif, elektronik, dan manufaktur ini dipusatkan di Kantor Bupati Bekasi, di Komplek perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat.

Ketua KC FSPMI Bekasi, Sukamto, menyerukan kepada buruh agar tetap waspada terhadap kondisi ketenagakerjaan saat ini.

Ia menekankan bahwa selama UU Cipta Kerja belum dicabut, nasib buruh masih rentan.

“Tuntutan kenaikan upah minimum sebesar 8-10 persen dan pencabutan UU Cipta Kerja bukan sekadar tuntutan elit serikat, melainkan suara langsung dari buruh yang terdampak.

Para pekerja yang berpartisipasi dalam aksi ini menghadapi kenyataan upah yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup layak di tengah inflasi yang terus meningkat.

Mereka juga merasakan kerentanan yang semakin tinggi akibat PHK yang mudah dan penurunan standar kerja sejak UU Cipta Kerja diberlakukan,” ujar Sukamto.

Baca Juga :  BPN Imbau Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri untuk Jamin Kepastian Hukum

Di Karawang, aksi buruh juga dilaksanakan dengan massa bergerak dari berbagai kawasan industri menuju Kantor Pemda setempat.

Ketua KC FSPMI Karawang, Ahmad Serum, menegaskan bahwa tuntutan buruh Karawang sejalan dengan buruh Bekasi, yakni kenaikan upah minimum 8-10 persen.

Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan kepada pemerintah.

Jika tuntutan buruh tidak segera dipenuhi, pihaknya akan menggelar aksi mogok nasional pada 11 dan 12 November mendatang.

“Mogok nasional ini direncanakan akan diikuti oleh 5 juta buruh dari 15 ribu perusahaan di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Aksi ini menjadi penanda kuatnya dorongan buruh dalam menyuarakan perubahan kebijakan upah dan peraturan ketenagakerjaan yang dinilai merugikan. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah terkait tuntutan tersebut. (GERI/ASAJABAR)

Berita Terkait

Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global
Ossy Dermawan Tekankan Nilai Kejujuran dan Etika bagi Profesi Penilai
Wamen Ossy: ATR/BPN Bantu Legalisasi Lahan untuk Program KPLP
Capai 90,8 Persen TLRHP, ATR/BPN Perkuat Akuntabilitas dan Layanan Publik
Hadapi Tantangan Ekonomi, ATR/BPN Sesuaikan Perencanaan Anggaran 2027
BPN Imbau Masyarakat Urus Sertipikat Tanah Secara Mandiri untuk Jamin Kepastian Hukum
Cegah Penipuan, Masyarakat Diimbau Verifikasi Identitas Petugas Ukur Tanah
239 MPP Layani Pertanahan, ATR/BPN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:05 WIB

Airnya Bisa Jernih Banget! Wisatawan Kaget Liat Pesona Curug Jami dari Gunung Sawal

Sabtu, 30 Desember 2023 - 19:20 WIB

Menjelang Tahun Baru 2024, Dishub dan BNN Ciamis Gencarkan Pemeriksaan Angkutan Umum

Minggu, 24 Desember 2023 - 09:34 WIB

Dishub Ciamis Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Nataru

Selasa, 19 Desember 2023 - 16:26 WIB

Wisata Edukasi Bumi Pakarangan Ciamis Siap Dibuka Mei 2024

Senin, 18 Desember 2023 - 13:12 WIB

Ciamis Siap Sambut 1 Juta Wisatawan di Akhir Tahun 2023

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:37 WIB

Situs Dalem Dungkut Ranggayunan, Jejak Sejarah dan Kepercayaan di Ciamis

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:02 WIB

Tiga Tempat Wisata Alam di Ciamis yang Wajib Dikunjungi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!