Buruh Rencanakan Mogok Nasional, Buntut Protes Dugaan Pelanggaran Putusan MK

- Redaktur

Selasa, 5 November 2024 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Partai Buruh.

Konferensi Partai Buruh.

Berita Jakarta, Asajabar.com – Presiden Partai Buruh dan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, resmi mengumumkan rencana mogok nasional yang akan melibatkan sekitar 5 juta buruh dari berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Aksi mogok ini direncanakan berlangsung selama dua hari dan akan melibatkan sedikitnya 15.000 pabrik serta sektor jasa lainnya, termasuk pelabuhan dan transportasi.

Menurut Said Iqbal, aksi mogok nasional ini merupakan bentuk protes atas dugaan ketidakpatuhan pemerintah dan DPR terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Undang-Undang Cipta Kerja. Putusan MK menyoroti pengaturan upah minimum dan hak-hak ketenagakerjaan yang dinilai tidak sejalan dengan konstitusi.

“Salah satu alasan utama mogok nasional ini adalah kebijakan upah minimum yang diatur dalam putusan MK terkait UU Cipta Kerja. MK menyatakan terdapat 21 norma hukum dalam UU tersebut yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk norma upah minimum. Norma-norma ini dinyatakan inkonstitusional karena merugikan hak pekerja,” jelas Said Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menambahkan bahwa pemerintah merespons putusan MK tersebut dengan kebijakan baru yang dianggap mengabaikan prinsip keadilan bagi buruh. Usulan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang diterima pemerintah terkait perhitungan upah minimum dinilai tidak memperhatikan putusan MK.

Baca Juga :  FGD ATR/BPN Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Tiga Persoalan Agraria Jadi Sorotan

Said Iqbal menekankan bahwa upah minimum adalah isu fundamental bagi buruh, yang seharusnya mempertimbangkan kebutuhan hidup layak.

“Putusan MK menegaskan bahwa upah minimum harus adil dan tidak hanya menguntungkan pihak pengusaha. Langkah pemerintah yang menyusun kebijakan tanpa mengacu pada putusan MK membahayakan kesejahteraan buruh dan melanggar konstitusi,” katanya.

Aksi mogok nasional ini dijadwalkan berlangsung antara 19 November hingga 24 Desember 2024, dengan pelaksanaan minimal selama dua hari. Said Iqbal menyatakan bahwa aksi ini akan dilakukan secara damai dan konstitusional, serta telah melalui prosedur pemberitahuan resmi kepada kepolisian di seluruh Indonesia.

Di tingkat pusat hingga kabupaten/kota, serikat buruh juga akan memberikan pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian.

Aksi ini akan melibatkan penghentian produksi di lebih dari 15.000 pabrik di seluruh Indonesia, termasuk sektor jasa seperti pelabuhan dan transportasi umum. Mogok nasional ini adalah bentuk solidaritas untuk menuntut hak-hak buruh yang dijamin oleh konstitusi.

Said Iqbal menegaskan bahwa mogok nasional ini adalah unjuk rasa serempak, bukan sekadar aksi mogok kerja. Aksi ini dilakukan dalam koridor hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja. Oleh karena itu, aksi ini sah secara hukum dan akan dilaksanakan dengan tertib.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Sementara itu, Partai Buruh telah menginstruksikan seluruh jajarannya di 38 provinsi dan 393 kabupaten/kota untuk mendukung mogok nasional ini dan memastikan kelancaran pelaksanaan aksi.

Partai Buruh bersama serikat-serikat buruh juga mengajak masyarakat, mahasiswa, dan komunitas lain untuk turut mendukung perjuangan buruh demi menegakkan konstitusi dan menghormati putusan MK.

Said Iqbal menyatakan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto menghormati konstitusi dan memastikan pemerintah mematuhi putusan MK terkait upah minimum serta ketentuan lainnya.

“Kami percaya bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk menegakkan konstitusi dan melindungi hak-hak pekerja,” tegasnya.

Mogok nasional ini diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah agar menjalankan putusan MK secara penuh, terutama terkait norma hukum upah minimum yang menjamin kesejahteraan buruh.

Partai Buruh dan serikat buruh berkomitmen untuk memastikan hak-hak pekerja dihormati dan dilindungi sesuai konstitusi. (GERI/ASAJABAR)

Berita Terkait

Nusron Wahid Targetkan Sertipikasi 14 Ribu Tanah Wakaf di Sulsel Tuntas Lewat Kolaborasi Kampus
Ossy Dermawan Serahkan Sertipikat PTSL di Batam, Warga Kampung Tua Apresiasi Kepastian Hukum Tanah
Nusron Wahid: Sertipikat Tanah Wakaf Penting untuk Menjamin Kepastian Hukum Aset Umat
Nusron Wahid Dorong Daerah Perkuat LP2B demi Ketahanan dan Swasembada Pangan
Komisi II DPR RI Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Nusron Wahid: Layanan Pengukuran Tanah Maksimal Selesai 12 Hari Mulai Agustus 2026
Sekjen ATR/BPN: RUU Administrasi Pertanahan Dibutuhkan untuk Atasi Tumpang Tindih Regulasi
FGD ATR/BPN Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Tiga Persoalan Agraria Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:31 WIB

MTsN 15 Ciamis Maksimalkan MATAMUDA untuk Kenali Potensi dan Karakter Peserta Didik Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:21 WIB

MPLS SMAN 2 Ciamis Tanamkan Nilai Pancawaluya, TNI, Polri dan BNN Dilibatkan Bekali Siswa Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:57 WIB

MI Handapherang Kenalkan Program Tahfidz dan KBC Lewat MATAMUDA yang Interaktif

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Tak Hanya Kenalkan Sekolah, MPLS SMPN 2 Cihaurbeuti Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:17 WIB

MTsN 1 Ciamis Kenalkan Budaya Madrasah Lewat MATAMUDA yang Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:37 WIB

Kemenag Ciamis Dorong MATAMUDA Jadi Gerbang Madrasah Aman, Nyaman, dan Humanis

Senin, 13 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis Siapkan MPLS Aman, Nyaman, dan Bebas Perpeloncoan

Senin, 13 Juli 2026 - 17:28 WIB

MAN 3 Cijantung Wujudkan Madrasah Aman dan Menyenangkan Lewat MATAMUDA Berbasis Cinta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!