Berita Ciamis, Asajabar.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Ciamis menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa kelas IV SD dan MI dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.
Pustakawan Ahli Pertama Dispusip Kabupaten Ciamis, Daliah Mutiara, mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca anak sejak usia dini melalui kegiatan bercerita.
“Harapannya, anak-anak menjadi lebih tertarik membaca. Setelah kegiatan ini mereka juga terus melatih kemampuan bertutur dan meningkatkan rasa percaya diri,” ujarnya.
Jumlah peserta yang mendaftar pada tahun ini mencapai 90 orang. Setelah melalui tahap seleksi, panitia menetapkan 50 peserta terbaik untuk tampil pada babak grand final.
Ia menjelaskan, tema lomba tahun ini mengangkat budaya baca anak melalui cerita rakyat dan legenda dari Jawa Barat. Selain menumbuhkan minat literasi, kegiatan itu juga bertujuan mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
“Cerita yang dibawakan peserta berasal dari cerita rakyat dan legenda di Jawa Barat. Jadi bukan hanya meningkatkan budaya baca, tetapi juga mengenalkan budaya mereka sendiri,” katanya.
Daliah menambahkan, penanaman budaya membaca sejak dini menjadi hal penting. Karena itu, berbagai program bantuan perpustakaan juga lebih banyak difokuskan kepada anak-anak.
Dalam penilaian lomba, kata dia, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dewan juri, di antaranya penampilan, penguasaan materi, ekspresi, hingga cara peserta menuturkan cerita.
Peserta yang meraih juara pertama tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Ciamis pada ajang tingkat Provinsi Jawa Barat yang direncanakan berlangsung pada Juni atau Juli 2026. Jika berhasil menjadi juara di tingkat provinsi, peserta akan melanjutkan ke tingkat nasional.
Selain perlombaan secara langsung, Dispusip Ciamis juga mendorong peserta untuk mengunggah video penampilan mereka ke YouTube dengan menggunakan tagar khusus lomba bertutur perpustakaan.
“Dengan diunggah ke YouTube, kami berharap karya dan penampilan mereka bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ungkapnya.
Daliah mengaku antusiasme peserta dalam lomba bertutur terus meningkat setiap tahunnya. Ia berharap para peserta semakin percaya diri dan terus menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan masing-masing.
“Semoga anak-anak bisa mempertahankan semangat membaca dan semakin percaya diri dalam bertutur,” tandasnya.













