Kiprah Petugas Ukur Perempuan di Daerah Terluar Indonesia

- Redaktur

Selasa, 22 April 2025 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian ATR/BPN.

Kementerian ATR/BPN.

Berita Nunukan, Asajabar.com – Semangat emansipasi yang diperjuangkan R.A. Kartini terus hidup dalam berbagai bidang, termasuk di sektor pertanahan. Di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), peran perempuan semakin menonjol, khususnya sebagai petugas ukur yang bertugas hingga ke daerah terluar Indonesia.

Hingga April 2025, dari target 126 juta bidang tanah yang didaftarkan di seluruh Indonesia, sebanyak 121,6 juta bidang telah terdata. Capaian ini tidak lepas dari kontribusi 805 petugas ukur perempuan dari total 2.747 orang yang tersebar di berbagai wilayah.

Petugas ukur perempuan tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga menerapkan pendekatan yang lebih inklusif dan humanis. Salah satunya adalah Shafira Dian Kumala Sari dari Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Dalu Agung Darmawan Tekankan Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

“Sebagai perempuan, kami sering membawa pendekatan yang berbeda. Kami berusaha memahami kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat agar komunikasi lebih efektif dan kepercayaan bisa terbangun,” ujar Shafira, Minggu (20/04/2025).

Menurut Shafira, medan berat dan keterbatasan akses di daerah terluar menjadi tantangan tersendiri. Namun, pendekatan empatik dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya legalitas tanah.

“Ketika masyarakat menerima sertipikat tanah, saya merasa ikut membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik dan stabil,” ujarnya, yang merupakan satu-satunya petugas ukur perempuan di Kantah Nunukan.

Baca Juga :  Rotasi 78 Pejabat ATR/BPN Jadi Bagian Reformasi SDM

Hal senada disampaikan Anggi Halimah Dala, petugas ukur dari Kantah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut kondisi geografis wilayahnya sangat menantang, dengan banyak area berada di perbukitan dan pegunungan.

“Setiap hari kami menghadapi medan ekstrem. Tapi semangat kami tetap sama, yaitu memastikan pengukuran dilakukan akurat dan tuntas,” ujar Anggi.

menurutnya, kontribusi petugas ukur perempuan bukan hanya menghasilkan peta dan data, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan nasional.

“Kami percaya, data pertanahan yang valid menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan yang lebih baik,” tutupnya.

Berita Terkait

ATR/BPN Tuntaskan Penyiapan Lahan Huntap, Pembangunan 4.159 Rumah Korban Bencana Dipercepat
ATR/BPN Percepat Pemulihan Sertipikat Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
Nusron Dorong Digitalisasi Arsip Saat Tinjau Pemulihan Kantah Aceh Tamiang
Nusron Wahid Tekankan Budaya Melayani dan Kepastian Layanan Pertanahan bagi Masyarakat
Pengembangan Gunung Sawal Disiapkan Jadi Model Konservasi dan Investasi Berkelanjutan di Ciamis
Sekjen ATR/BPN Dorong Pejabat Administrator Fokus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat
Pemerintah Perkuat Sinergi Percepatan Sertipikasi Tanah MBR
Dalu Agung Darmawan Tekankan Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:39 WIB

ATR/BPN Tuntaskan Penyiapan Lahan Huntap, Pembangunan 4.159 Rumah Korban Bencana Dipercepat

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:27 WIB

ATR/BPN Percepat Pemulihan Sertipikat Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

Nusron Dorong Digitalisasi Arsip Saat Tinjau Pemulihan Kantah Aceh Tamiang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nusron Wahid Tekankan Budaya Melayani dan Kepastian Layanan Pertanahan bagi Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pengembangan Gunung Sawal Disiapkan Jadi Model Konservasi dan Investasi Berkelanjutan di Ciamis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:08 WIB

Pemerintah Perkuat Sinergi Percepatan Sertipikasi Tanah MBR

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:06 WIB

Dalu Agung Darmawan Tekankan Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:52 WIB

Ossy Dermawan: Tata Ruang Harus Jadi Panglima Pembangunan dan Investasi di Bali

Berita Terbaru

error: Content is protected !!