Indramayu, Asajabar.com – Dugaan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Dusun (Kasun) Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kini bergulir ke ranah hukum. Kasus tersebut mencuat setelah adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan pemalsuan tanda tangan kepala desa dan penggunaan stempel desa tanpa kewenangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengaduan warga berawal dari keraguan atas keabsahan sejumlah dokumen administrasi desa. Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa tanda tangan Kepala Desa Sukahaji yang tercantum dalam dokumen tersebut diduga bukan ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Desa Sukahaji, H. Aan Supriyanto, S.H., mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan tersebut ke Polres Indramayu. Ia menyebut laporan dibuat demi memberikan kepastian hukum serta menjaga tertib administrasi pemerintahan desa.
“Saya sudah berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, namun tidak ada kesepahaman. Karena itu, saya melaporkannya ke Polres Indramayu agar diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar H. Aan Supriyanto, Sabtu (3/1/2026).
Salah seorang warga yang mengaku terdampak menyatakan merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui adanya kejanggalan setelah mengonfirmasi langsung kepada kepala desa.
“Saya menanyakan langsung kepada Kuwu, dan beliau menyampaikan tidak pernah menandatangani surat yang saya ajukan. Dari situ saya merasa dirugikan,” ujar warga tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sementara itu, mantan Kasun Desa Sukahaji berinisial AW saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan penjelasan rinci. Ia menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diserahkan kepada kuasa hukum.
“Silakan hubungi pengacara saya karena saya sudah memberikan kuasa,” singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Indramayu belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. Proses hukum masih berjalan sesuai prosedur yang berlaku.













