Berita Ciamis, Asajabar.com – SDN 1 Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menggelar kegiatan bertajuk Gentramasekdas Fair9 sebagai ajang ekspo pendidikan yang melibatkan siswa, guru, serta orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa sekaligus menanamkan sikap kolaboratif dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SDN 1 Cijeungjing, Ian Diana Iskandar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif. Melalui berbagai penampilan dan lomba, siswa didorong untuk bekerja sama, saling menghargai, dan membangun sikap ramah terhadap teman.
“Dalam setiap kegiatan, anak-anak dilatih untuk berkolaborasi. Jika terjadi kesalahan, mereka diajarkan untuk tidak saling menyalahkan, melainkan memperbaiki bersama. Ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter siswa,” ujarnya, Senin (04/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh hampir 100 peserta yang berasal dari jenjang taman kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Cijeungjing serta siswa SDN 1 Cijeungjing. Berbagai penampilan seni turut ditampilkan, seperti tari, fashion show, hingga pertunjukan angklung yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.
Menurut Ian, kemampuan bermain angklung para siswa merupakan hasil pembinaan langsung dari tenaga ahli musik bambu yang didatangkan khusus oleh pihak sekolah. Ke depan, pihaknya menargetkan siswa dapat tampil dalam kegiatan yang lebih luas, termasuk di luar daerah.
“Harapannya, anak-anak bisa tampil di berbagai event, bahkan kami menargetkan bisa ikut kegiatan angklung di Saung Angklung Udjo,” katanya.
Selain pentas seni, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai lomba seperti mewarnai, tahfidz, dan fashion show yang diikuti oleh siswa usia dini hingga tingkat sekolah dasar. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menggali potensi dan kreativitas peserta didik sejak dini.
Menariknya, peran orang tua juga sangat terlihat dalam kegiatan ini. Mereka turut berpartisipasi dengan membuka stan yang menjajakan makanan khas lokal seperti comro, buah-buahan, dan sayuran. Hal ini sekaligus menjadi upaya mengenalkan anak pada makanan tradisional serta mengurangi konsumsi makanan berbahan plastik.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi luar biasa antara sekolah dan orang tua. Ide bazar ini juga berasal dari para orang tua siswa yang ingin mengenalkan kearifan lokal kepada anak-anak,” tambahnya.
Melalui kegiatan Gentramasekdas Fair, pihak sekolah berharap sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dapat semakin kuat, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing.
“Semoga ke depan SDN 1 Cijeungjing semakin berkembang dan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” pungkasnya.













