Berita Ciamis, Asajabar.com – Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis menggelar rapat sosialisasi program sekolah bagi orang tua dan peserta didik baru kelas X Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang penyampaian berbagai program pendidikan yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan, mulai dari kurikulum, pembinaan karakter, hingga pengembangan potensi siswa.
Kepala SMAN 1 Ciamis, Noor Rahmawati, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan agar orang tua memahami arah kebijakan sekolah sekaligus dapat mendukung proses pendidikan putra-putrinya sejak awal.
Menurutnya, SMAN 1 Ciamis tetap menggunakan Kurikulum Nasional sebagai acuan utama pembelajaran. Namun, sekolah mengintegrasikannya dengan Cambridge Curriculum serta program spesialisasi sesuai potensi dan minat peserta didik.
“Integrasi kurikulum ini kami lakukan agar siswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik sesuai standar nasional, tetapi juga memperoleh penguatan kompetensi global. Di saat yang sama, pembentukan karakter melalui nilai-nilai Pancawaluya tetap menjadi prioritas,” ujar Noor.
Ia menjelaskan, salah satu inovasi yang diterapkan pada tahun ajaran ini adalah Saturday Program, yakni kegiatan pengembangan kompetensi yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.
Program tersebut disesuaikan dengan jalur penerimaan siswa. Peserta didik yang diterima melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik, akan memperoleh pembinaan lanjutan sesuai bidang keunggulannya.
“Dengan demikian, jalur masuk bukan hanya menjadi syarat diterima di sekolah, tetapi menjadi dasar pembinaan agar potensi mereka terus berkembang selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Ciamis,” katanya.
Noor menuturkan, pelaksanaan MPLS dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Rabu (15/7/2026) hingga Selasa pekan berikutnya, mengacu pada petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah.
Meski mengikuti ketentuan resmi, sekolah menambahkan sejumlah program khas Sekolah MAUNG. Salah satunya adalah kegiatan ekspos kemampuan peserta didik baru pada hari terakhir MPLS.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan menampilkan bakat dan prestasi yang menjadi dasar mereka diterima melalui jalur unggulan.
Selain penguatan akademik, SMAN 1 Ciamis juga tetap menerapkan kebijakan pembentukan karakter sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya melalui program berjalan kaki menuju sekolah bagi siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, sekolah menetapkan titik penurunan kendaraan di kawasan Alaya. Selanjutnya, peserta didik berjalan kaki menuju lingkungan sekolah.
“Kebijakan ini tetap kami laksanakan sebagai bagian dari pembiasaan karakter dan kedisiplinan peserta didik,” jelasnya.
Noor mengungkapkan, antusiasme orang tua terhadap berbagai program sekolah cukup tinggi. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah juga menyosialisasikan tata tertib, sistem pembelajaran, serta membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik antara sekolah dan keluarga.
Ia memastikan pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung secara aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Seluruh kegiatan berada di bawah pengawasan guru dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Materi mengenai keselamatan berlalu lintas akan disampaikan oleh Kepolisian, pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), pendidikan antikorupsi oleh Kejaksaan, serta wawasan bela negara oleh TNI.
“Pemateri kami hadirkan dari lembaga yang memang memiliki kompetensi sehingga informasi yang diterima siswa benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Setelah rangkaian MPLS selesai, sekolah telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Seluruh peserta didik baru dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Mata Cakap sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan.
Noor berharap seluruh rangkaian program tersebut mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenali dan mengembangkan potensi terbaiknya.
“Kami ingin MPLS menjadi awal yang menyenangkan bagi siswa baru. Harapannya, mereka memperoleh wawasan baru, berani mengeksplorasi kemampuan diri, dan tumbuh menjadi generasi unggul sesuai cita-cita pendidikan di Jawa Barat,” pungkasnya.













