BERITA CIAMIS, ASAJABAR.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis mewisuda sebanyak 235 lulusan pada Tahun Akademik 2025/2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 81 lulusan profesi Ners juga mengikuti pengambilan sumpah profesi.
Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, S.KM., M.M., menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar penanda keberhasilan akademik, melainkan juga hasil kerja sama antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta dukungan keluarga.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Sidang Terbuka Senat Wisuda Tahun Akademik 2025/2026.
Menurut Nur Hidayat, pencapaian para lulusan merupakan hasil dari proses pendidikan yang panjang, disertai dedikasi, kerja keras, dan doa dari berbagai pihak.
Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
STIKes Muhammadiyah Ciamis Bersiap Menjadi Universitas
Dalam sambutannya, Nur Hidayat juga menyampaikan rencana transformasi STIKes Muhammadiyah Ciamis menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis.
Ia meminta doa dan dukungan dari seluruh pihak agar proses transformasi tersebut dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, rencana pengembangan institusi tersebut mencakup penambahan enam program studi baru, yakni S1 Psikologi, S1 Sains Biomedis, S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Bisnis Digital, dan S1 Informatika.
Penambahan program studi tersebut diharapkan dapat memperluas bidang keilmuan yang dikembangkan kampus sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam dunia pendidikan tinggi.
Terapkan Digitalisasi Dokumen Akademik
Selain menyampaikan rencana pengembangan institusi, Nur Hidayat menjelaskan bahwa STIKes Muhammadiyah Ciamis telah menerapkan digitalisasi dokumen akademik sejak Tahun Akademik 2024/2025.
Digitalisasi tersebut mencakup ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Melalui sistem ini, dokumen akademik lulusan disimpan secara elektronik dan dilengkapi kode verifikasi berupa barcode atau QR code untuk memudahkan proses validasi oleh pihak terkait.
Menurut Nur Hidayat, penerapan digitalisasi merupakan bagian dari upaya kampus meningkatkan efisiensi pelayanan akademik, menjaga keamanan data lulusan, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi.
Sistem tersebut juga diterapkan sebagai bagian dari transformasi tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Digitalisasi dokumen akademik diharapkan dapat mempermudah proses administrasi dan pengarsipan sekaligus mendukung penerapan konsep kampus yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas.
Lulusan Diharapkan Profesional dan Berintegritas
Dalam kesempatan tersebut, Nur Hidayat berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Ia menekankan pentingnya pengembangan diri, integritas, profesionalisme, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam menjalankan profesi.
Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang berakhlak, kompeten, dan memiliki daya saing internasional.
Menurutnya, tantangan di bidang kesehatan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
“Pencapaian ini bukanlah akhir, tetapi awal dari langkah besar menuju masa depan yang lebih gemilang,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Nur Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua lulusan, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan STIKes Muhammadiyah Ciamis.
Ia berharap para alumni dapat mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Tatar Galuh Ciamis, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Menutup sambutannya, Nur Hidayat mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap ilmu yang telah diperoleh menjadi berkah dan memberikan kemaslahatan bagi sesama.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater serta menjadi pribadi yang bermanfaat di mana pun mereka mengabdi.













