Berita Ciamis, Asajabar.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis menggelar Konferensi Kerja (Konker) I masa bakti XXIII Tahun 2025–2030 di Gedung Wisma PGRI Ciamis, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai 1 Wisma PGRI, bersamaan dengan agenda peluncuran buku antologi puisi dan cerpen di Lantai 2.
Buku antologi tersebut diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.
Karya tersebut merupakan kumpulan tulisan para guru, khususnya guru perempuan, yang merefleksikan peran, pemikiran, serta kontribusi mereka di dunia pendidikan dan masyarakat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI.
Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sebelumnya sekaligus menyusun perencanaan strategis ke depan.
“Konferensi kerja ini sangat luar biasa. Kita memastikan evaluasi ke belakang dan merencanakan ke depan agar program-program PGRI dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Ciamis dapat disusun sejak awal dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, profesionalisme guru serta kemitraan antara PGRI dan pemangku kepentingan harus terus terjaga.
Tantangan dunia pendidikan ke depan, khususnya pada tahun 2026, dinilai akan semakin kompleks seiring pesatnya transformasi pengetahuan di era digital.
“Guru dan seluruh insan pendidikan harus menguasai teknologi. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain dalam transformasi teknologi,” tegasnya.
Terkait peluncuran buku antologi, Muharam memberikan apresiasi khusus kepada para penulis, terutama para ibu guru.
Menurutnya, karya tersebut membuktikan bahwa guru perempuan tidak hanya mampu menyampaikan gagasan secara lisan, tetapi juga piawai menuangkannya dalam bentuk tulisan.
“Pesan-pesan dalam buku ini sangat luar biasa dan menunjukkan kuatnya peran guru perempuan di tengah tantangan zaman dan perkembangan teknologi. Mereka tetap tangguh dalam menjalankan tugas-tugasnya,” katanya.
Ia berharap buku antologi tersebut dapat menjadi sarana penyebarluasan wawasan, membuka jendela literasi, serta memotivasi guru-guru lain di Kabupaten Ciamis untuk terus berkarya melalui tulisan.
Selain itu, kehadiran buku tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca, tidak hanya di kalangan guru, tetapi juga masyarakat umum.
“Ini membuktikan bahwa guru bisa menulis dan menerbitkan buku. Mudah-mudahan karya ini dapat dibaca oleh siapa saja yang ingin menambah wawasan,” pungkasnya.













