Berita Ciamis, Asajabar.com – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Ciamis digelar dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai sekolah dasar di wilayah tersebut, Selasa (12/5/2026).
Wakil Ketua Pelaksana, Dadang Kuswara, mengatakan terdapat tujuh mata lomba yang dipertandingkan dalam FLS3N tahun ini, yakni menyanyi solo, bercerita, pantomim, menulis cerita, mendongeng, tari, dan kriya atau kerajinan tangan.
“Pesertanya mencapai 189 siswa. Untuk lomba menyanyi solo seluruh sekolah mengirimkan peserta, sedangkan cabang lain jumlahnya berbeda-beda, ada yang 20 sampai 27 peserta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak semua sekolah mengikuti seluruh cabang lomba. Namun secara umum, rata-rata sekolah mengirimkan peserta pada tiga cabang perlombaan.
Menurut Dadang, peserta FLS3N berasal dari siswa kelas 3 hingga kelas 5 SD. Seluruh peserta juga diwajibkan telah terdaftar dalam sistem nasional melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) sebelum mengikuti seleksi tingkat kecamatan.
“Peserta harus sudah terdaftar di pusat atau nasional terlebih dahulu. Kalau belum terdaftar, tidak bisa mengikuti kegiatan di sini,” katanya.
Ia mencontohkan, apabila ada peserta yang sakit dan kemudian digantikan oleh siswa lain, maka peserta pengganti tersebut tidak dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya apabila namanya tidak tercatat dalam sistem nasional.
“Kalau yang terdaftar sakit lalu diganti orang lain dan ternyata jadi juara, itu tidak bisa dilanjutkan ke tingkat kabupaten karena nama penggantinya tidak ada di data nasional,” jelasnya.
Dadang menambahkan, para juara tingkat kecamatan nantinya akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Kabupaten Ciamis yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026. Para peserta memiliki waktu persiapan sekitar satu minggu sebelum berlaga di tingkat kabupaten.
Ia berharap para siswa dapat tampil maksimal dan mampu mengharumkan nama Kecamatan Ciamis di tingkat kabupaten.
“Mudah-mudahan peserta didik bisa tampil maksimal di sini dan di tingkat kabupaten nanti ada yang berhasil masuk lebih jauh. Kalau dulu yang sering berprestasi biasanya cabang dongeng,” pungkasnya.













