Pasutri di Pangandaran Ditangkap Usai Siarkan Konten Asusila Berbayar

- Redaktur

Kamis, 3 Juli 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Pangandaran saat menggelar konferensi pers.

Polres Pangandaran saat menggelar konferensi pers.

Berita Pangandaran, Asajabar.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pangandaran melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berhasil mengungkap kasus siaran langsung konten asusila yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) muda demi mendapatkan keuntungan finansial melalui aplikasi digital berbayar.

Keduanya diamankan di sebuah rumah di Perumahan Graha Artha, Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, pada Jumat (13/6/2025) lalu.

Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto mengungkapkan bahwa kasus tersebut terungkap berkat patroli siber yang intensif dilakukan oleh jajaran Unit Tipidter,” ujarnya pada konferensi pers di Mapolres Pangandaran, Rabu (2/7/2025),

“Berbekal patroli siber, anggota berhasil mengidentifikasi dan menangkap pasangan suami istri yang melakukan siaran langsung konten pornografi berbayar. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan aksi tersebut.

Barang-barang yang disita antara lain dua unit telepon genggam (iPhone dan Vivo), tripod, spring bed merah, sejumlah alat bantu seks, masker, bando, buku tabungan atas nama tersangka pria WCJ (24), serta dua buku nikah atas nama WCJ dan E.

“Seluruh barang bukti diamankan di lokasi kejadian saat dilakukan penangkapan di rumah mereka,” jelas Kapolres.

Dijelaskan lebih lanjut, motif kedua tersangka adalah ekonomi. Keduanya diketahui mempertontonkan aksi tidak senonoh secara langsung melalui beberapa platform digital seperti aplikasi Hot51, situs Papaya, dan layanan Video Call Sex (VCS).

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar situs dan aplikasi yang digunakan para pelaku segera diblokir,” tegas Mujianto.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni:

Pasal 45 Ayat (1) jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp1 miliar;

Pasal 29 jo Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman pidana 6 bulan hingga 12 tahun dan/atau denda antara Rp250 juta hingga Rp6 miliar;

Pasal 34 jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar.

“Kami pastikan kasus ini dikawal hingga tuntas. Tidak ada toleransi terhadap penyebaran konten asusila, apalagi dilakukan secara komersial dan terbuka,” pungkasnya.

Editor : Tony, Z

Berita Terkait

Heboh Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kota Tasikmalaya
Unjuk Rasa Tolak PSN di Indramayu Berakhir Ricuh, Alun-Alun Jadi Sasaran Perusakan
Kasus Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru Dilimpahkan ke Polresta, Kuasa Hukum Beri Ultimatum 7 Hari
Satpol PP Indramayu Razia Warung Remang-Remang di Losarang Selama Ramadan
Kru MeteorNews Alami Intimidasi Saat Liputan Dugaan Obat Keras Ilegal di Brebes
Aliansi Masyarakat Rancahan Sampaikan Aspirasi Soal APBDes
Pengaduan Warga Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Mantan Kasun Desa Sukahaji
Polres Indramayu Amankan Tiga Pelaku Curanmor, Tujuh Sepeda Motor Disita

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:31 WIB

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WIB

Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:09 WIB

Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:41 WIB

ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:31 WIB

ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:05 WIB

Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!