Guru TK Honorer di Kota Tasikmalaya Keluhkan Insentif Rp50 Ribu per Bulan

- Redaktur

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan HUT IGTKI Kota Tasikmalaya di Plaza Asia.

Pelaksanaan HUT IGTKI Kota Tasikmalaya di Plaza Asia.

Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Persoalan kesejahteraan guru Taman Kanak-Kanak (TK) non-PNS menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para guru menyampaikan aspirasi terkait minimnya insentif daerah yang diterima guru honorer TK. Saat ini, sebagian guru non-PNS hanya menerima honor sebesar Rp50 ribu per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

Wakil Ketua IGTKI Kota Tasikmalaya, Iyuy Subariah Maksum mengatakan, pihaknya berharap ada peningkatan insentif dari pemerintah daerah untuk para guru non-PNS.

“Yang belum mendapatkan tunjangan apa-apa, itu yang diberikan Rp50 ribu dari pemerintah daerah per bulannya,” ujar Iyuy.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah guru TK di Kota Tasikmalaya mencapai 663 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 274 guru berstatus PNS maupun non-PNS telah memiliki sertifikasi.

Adapun sebanyak 389 guru non-PNS lainnya diketahui belum memiliki sertifikasi dan hingga kini hanya menerima insentif sebesar Rp50 ribu per bulan dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  PASI Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 Fokus Lestarikan Budaya Sunda dan Perkuat Ketahanan Keluarga 

Menurutnya, sebagian guru honorer hingga kini belum memperoleh tunjangan sertifikasi maupun bantuan lain, meski telah mengabdi selama puluhan tahun.

“Ada yang usianya sudah lebih dari 50 tahun, sebentar lagi purna tugas, tetapi belum mendapatkan tunjangan apa-apa selain insentif Rp50 ribu,” katanya.

Meski demikian, Iyuy mengapresiasi adanya program beasiswa S1 gratis dari kementerian bagi guru usia 48 hingga 54 tahun yang belum memiliki kualifikasi sarjana.

“Karena kasihan yang belum S1, honornya kecil, sekarang diusahakan kuliah S1 gratis,” ucapnya.

Ia berharap momentum HUT IGTKI menjadi penguat solidaritas sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan guru TK di Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra menilai dedikasi para guru TK harus menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah.

“Mereka masih semangat menjadi guru walaupun dengan insentif yang relatif kecil. Itu harus menjadi inspirasi bagi kami di Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk bekerja lebih gigih,” katanya.

Ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sehingga belum memungkinkan untuk memenuhi seluruh harapan terkait peningkatan kesejahteraan guru.

Baca Juga :  BBWS Citanduy Percepat Pembangunan Irigasi Lewat P3-TGAI di 73 Lokasi

Namun demikian, Dicky memastikan pemerintah daerah tetap memikirkan solusi terbaik bagi guru-guru TK.

“Kami sedang mencari format pola yang tepat untuk bisa memberikan yang terbaik untuk IGTKI dan guru-guru lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Yogi, mengatakan pihaknya terus berupaya memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru non-PNS melalui koordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah.

“Bukan berarti pemerintah daerah abai. Kita terus mencari ruang regulasi dan kemampuan anggaran yang memungkinkan untuk meningkatkan hal tersebut,” katanya.

Selain itu, Dinas Pendidikan bersama IGTKI juga tengah melakukan pendataan guru honorer secara by name by address untuk program beasiswa S1 dari kementerian agar tepat sasaran.

“Kita berharap secara bertahap, seiring perbaikan kondisi keuangan daerah, perhatian terhadap kesejahteraan guru TK bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Berita Terkait

BBWS Citanduy Percepat Pembangunan Irigasi Lewat P3-TGAI di 73 Lokasi
PASI Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 Fokus Lestarikan Budaya Sunda dan Perkuat Ketahanan Keluarga 
Perlindungan Anak Yatim Jadi Pesan Utama Gebyar Muharram Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis
Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas
Jamaah Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis Kompak Sisihkan Rezeki untuk Anak Yatim
Jemaah Haji Ciamis Kembali ke Tanah Air, PPIH Ingatkan Jaga Kemabruran Haji
ASN Baru Kemenag Ciamis Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Disiplin Kerja
Anwar Solahudin Dorong BAZNAS Ciamis Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Zakat

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:43 WIB

Nusron Wahid Dorong Daerah Perkuat LP2B demi Ketahanan dan Swasembada Pangan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:34 WIB

Komisi II DPR RI Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:52 WIB

Nusron Wahid: Layanan Pengukuran Tanah Maksimal Selesai 12 Hari Mulai Agustus 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:36 WIB

FGD ATR/BPN Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Tiga Persoalan Agraria Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:19 WIB

Hindari Informasi Keliru, ATR/BPN Imbau Masyarakat Cek Tarif Layanan Pertanahan Lewat Sentuh Tanahku

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:07 WIB

PJS Mantapkan Langkah Menuju Organisasi Konstituen Dewan Pers

Senin, 6 Juli 2026 - 20:29 WIB

Ingin Berkontribusi di Bidang Pertanahan, Calon Taruna STPN Tunjukkan Optimisme Hadapi Seleksi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat untuk Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Ambil Alih Lahan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!