Berita Ciamis, Asajabar.com – Suasana haru mewarnai kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam Kloter 31 KJT. Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, rombongan tiba di Gedung KH Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Selasa (23/6/2026) malam, dan disambut keluarga yang telah menanti sejak sore hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah telah kembali ke daerah asal dalam kondisi baik.
Dari total 413 jemaah yang diberangkatkan ke Arab Saudi, sebanyak 411 orang berhasil pulang bersama rombongan. Sementara dua jemaah lainnya masih berada di Madinah karena harus menjalani perawatan medis.
“Alhamdulillah mayoritas jemaah sudah kembali ke Ciamis dengan selamat. Ada dua jemaah yang masih dirawat sehingga belum bisa dipulangkan bersama kloter,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedua jemaah tersebut berasal dari Kecamatan Sadananya dan Baregbeg. Berdasarkan hasil pemeriksaan otoritas kesehatan Arab Saudi, kondisi keduanya belum memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas haji di Arab Saudi guna memantau perkembangan kesehatan kedua jemaah tersebut. Jika kondisi mereka membaik dan dinyatakan layak terbang, proses pemulangan akan segera dilakukan.
“Kami berharap keduanya segera pulih sehingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Ciamis,” kata Nana.
Menurutnya, penyelenggaraan dan pemulangan jemaah haji tahun ini berlangsung relatif lancar. Berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan ibadah dapat ditangani melalui koordinasi antara petugas haji, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan unsur terkait lainnya.
Nana juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu kelancaran pelayanan jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Ciamis, KH Saeful Ujun, mengingatkan para jemaah agar nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji tetap dijaga setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, kemabruran haji tidak cukup ditunjukkan melalui gelar yang disandang, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari yang semakin baik.
“Sepulang dari Tanah Suci, jemaah hendaknya menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih aktif dalam kegiatan sosial maupun keagamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seorang haji seharusnya menjadi teladan di lingkungan sekitarnya, baik dalam ucapan maupun tindakan. Sikap rendah hati, kepedulian terhadap masyarakat, dan semangat membantu sesama menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai haji mabrur.
“Kalau ibadah hajinya diterima, maka dampaknya akan terlihat pada akhlak dan perilaku yang semakin baik. Bukan merasa lebih tinggi dari orang lain, tetapi justru semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Selain itu, KH Saeful Ujun mengingatkan para jemaah agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Ia menyarankan agar jemaah beristirahat cukup dan memanfaatkan layanan kesehatan apabila diperlukan.
“Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan lakukan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan. Kondisi fisik harus tetap dijaga setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup panjang,” pungkasnya.













