Lampaui Target Nasional, Menteri ATR/BPN Minta LP2B Jawa Timur Segera Masuk RTRW

- Redaktur

Senin, 14 September 2026 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Surabaya, asajabar.com — Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jawa Timur telah mencapai 87,34 persen dari Lahan Baku Sawah (LBS). Capaian tersebut melampaui target nasional sebesar 87 persen yang ditetapkan untuk 2029.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti capaian tersebut dengan mengintegrasikan penetapan LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Usulan yang sudah ditandatangani oleh sekda maupun bupati, segera ditindaklanjuti dan dimasukkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari RTRW provinsi maupun RTRW kabupaten/kota,” tegas Nusron saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan LP2B di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Menurut Nusron, integrasi LP2B ke dalam RTRW penting untuk memastikan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi memiliki kepastian dalam pengaturan tata ruang di daerah.

Peluang untuk melakukan integrasi tersebut semakin terbuka setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Regulasi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan revisi RTRW secara lebih fleksibel.

Baca Juga :  Menteri Nusron Wisuda 568 Lulusan Politeknik Agraria STPN di Sleman

Secara nasional, penetapan LP2B saat ini telah mencapai 87,60 persen. Capaian Jawa Timur turut berkontribusi dalam memenuhi target nasional LP2B minimal 87 persen dari LBS sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.

Nusron mengapresiasi capaian Jawa Timur yang dinilai berhasil memenuhi target lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan.

“Saya berterima kasih dan apresiasi sekali dari Jawa Timur. Belum tahun 2029, usulannya sudah mencapai angka 87,34%. Jadi, dengan bantuan ini, kami (ATR/BPN) bersyukur sekali sudah menyelesaikan pekerjaan KPI secara nasional. Harusnya pekerjaan selesai tahun 2029, sudah selesai di bulan September 2026,” ungkap Nusron.

Untuk mempercepat pemenuhan target, Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian Dalam Negeri juga menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB). Kebijakan tersebut memungkinkan penghitungan capaian LP2B dilakukan secara agregat di tingkat provinsi.

Selain itu, Kementerian ATR/BPN siap memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah dalam proses penyusunan maupun revisi RTRW. Dukungan tersebut diarahkan agar penetapan LP2B dapat segera terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang (RTR), sekaligus menyelaraskan periode perencanaan antara RTRW nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Baca Juga :  Rocky Gerung Soroti Luasnya Persoalan Pertanahan, dari Hukum hingga Ekologi

“RTRW itu menjadi panglima dalam pembangunan. Kompas atas pembangunan ini adalah rencana tata ruang dan wilayah,” tutur Nusron.

Dalam rakor tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan capaian LP2B sebesar 87,34 persen merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Dari capaian tersebut, sebanyak 18 kabupaten/kota telah memenuhi target 87 persen melalui LP2B murni. Sementara 11 kabupaten/kota lainnya mencapai target dengan adanya faktor penambah. Adapun sembilan kota masih menghadapi tantangan tersendiri dalam memenuhi target karena karakteristik wilayah perkotaan.

“Kami juga ingin berterima kasih kepada Rekan-rekan semua, para bupati dan wali kota yang telah bekerja sama. Alhamdulillah, dengan kerja sama ini kita bisa memenuhi target,” ujar Emil.

Rakor Penetapan LP2B turut dihadiri Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN.

Hadir pula Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Muhammad Naim beserta jajaran, Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhi Karyono, serta para kepala daerah se-Jawa Timur.

Berita Terkait

Percepat Layanan Pertanahan, Nusron Minta BPN, Bapenda, dan PPAT Satu Visi
Ada Penyidikan Polda Metro Jaya, ATR/BPN Tegaskan Layanan Kantah Bogor I Berjalan Normal
Kejar Target 1.703 RDTR, ATR/BPN Libatkan 38 Perguruan Tinggi
Wamen Ossy Minta Pejabat Baru Perkuat Kinerja dan Sinergi untuk Transformasi Pertanahan
Pengusaha Buka Lahan dengan Cara Membakar Terancam Kehilangan HGU
Menteri Nusron Dorong Layanan Pengukuran dan Peralihan Hak Lebih Cepat
Layanan Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Percepat Pengurusan Tanah Warga
Wisuda Politeknik Agraria STPN, Sri Sultan Tekankan Pertanahan Berbasis Keadilan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:54 WIB

Diki Darusman Ungkap Alasan Visitasi PKN Tingkat II Jadi Momentum Penting bagi Ciamis

Kamis, 10 September 2026 - 08:44 WIB

Sekolah Lapang PSRLB Ciamis Dorong Petani Lebih Mandiri dan Ramah Lingkungan

Selasa, 8 September 2026 - 20:57 WIB

Agus Nugraha Terpilih Jadi Ketua Gapensi Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031

Senin, 7 September 2026 - 18:11 WIB

Tina Wiryawati Sambangi Penerima Bantuan Becak Listrik di Ciamis

Minggu, 6 September 2026 - 18:37 WIB

Sembahyang Jing He Ping di Ciamis, Doakan Leluhur Sambil Berbagi Sembako

Kamis, 3 September 2026 - 17:54 WIB

Kemarau Panjang, 90 Persen Kolam Budidaya Ikan di Ciamis Terdampak Kekeringan

Kamis, 3 September 2026 - 16:50 WIB

Belanja Hemat di Tengah Kemarau, Warga Baregbeg Serbu Gerakan Pangan Murah

Rabu, 2 September 2026 - 18:00 WIB

Pembinaan Anugerah Masjid Ramah II Ciamis Bidik Perubahan Cara Takmir Melayani Umat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!